Peternak Mojokerto Kembangkan Unta Lokal, Jadi Alternatif Baru Hewan Kurban
Peternak di Mojokerto mengembangkan unta lokal sebagai alternatif hewan kurban. Inovasi ini dinilai memiliki peluang besar di tengah meningkatnya kebutuhan kurban setiap tahun.
MOJOKERTO, SJP – Pemandangan tak biasa terlihat di Dusun Dateng, Mojokerto, Jawa Timur. Puluhan unta tampak merumput di area pedesaan, menghadirkan suasana berbeda di tengah dominasi ternak sapi dan kambing.
Fenomena ini hadir di Berkah Wafa Farm, peternakan milik Faisal Effendi yang sejak 2025 mulai membudidayakan unta dengan mendatangkan langsung dari Australia.
“Yang awal itu banyak diambil untuk zoo, di Bali, Jawa Tengah, sampai Jawa Barat,” ujar Faisal.
Dari total 32 ekor unta yang pernah dimiliki, kini hanya tersisa sebagian. Namun, hewan-hewan tersebut justru menjadi dasar pengembangan peternakan yang lebih berkelanjutan.
Setiap sore, unta-unta dilepas tanpa penggiring menuju padang rumput di sekitar peternakan. Menariknya, hewan tersebut mampu kembali ke kandang secara mandiri setelah selesai mencari makan.
“Kalau sudah kenyang, ya balik sendiri,” kata Faisal.
Menurutnya, unta dipilih bukan hanya karena keunikannya, tetapi juga karena daya tahan yang tinggi terhadap penyakit dan perubahan cuaca. Dibandingkan sapi, unta dinilai lebih mudah dirawat serta tidak rentan terhadap penyakit seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun lumpy skin disease (LSD).
“Perawatannya lebih mudah. Tidak gampang sakit seperti sapi,” ujarnya.
Meski demikian, Faisal mengakui bahwa proses pengembangan unta membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan ternak lainnya, sehingga diperlukan kesabaran dalam pengelolaannya.
Ia juga memiliki visi menjadikan unta sebagai alternatif hewan kurban di Indonesia. Selama ini, unta masih identik dengan impor dari Timur Tengah, sehingga ia ingin mengembangkan sistem breeding atau pengembangbiakan di tingkat peternakan lokal.
“Kalau di zoo sudah biasa. Namun kalau di peternakan kampung, ini yang ingin kita mulai,” katanya.
Menurut Faisal, peluang pengembangan unta cukup besar seiring meningkatnya kebutuhan hewan kurban setiap tahun. Namun, ia menegaskan bahwa proses ini memerlukan waktu karena harus memenuhi syarat usia dan kondisi tertentu.
Keberadaan peternakan unta di Mojokerto ini menjadi bentuk inovasi di sektor peternakan sekaligus membuka peluang baru dalam diversifikasi hewan kurban di Indonesia.
Sumber: Beritasatu.com
Penulis: Rainila Otek,Mahasiswa Magang Unitri Malang
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

