Pesona Edu-Resort Lereng Gunung Kawi, Lembah Indah Malang Kian Diminati

Wisatawan berjalan di skywalk menikmati panorama perbukitan dan area glamping, menegaskan konsep edu-resort alam yang memadukan rekreasi, edukasi, serta ketenangan kawasan pegunungan.

13 Dec 2025 - 15:30
Pesona Edu-Resort Lereng Gunung Kawi, Lembah Indah Malang Kian Diminati
Pengunjung menikmati jalur skywalk depan Lembah Indah Malang dengan latar perbukitan hijau Lereng Gunung Kawi. (Foto: Hafid/SJP)

MALANG, SJP — Berada di lereng gunung Kawi, Lembah Indah Malang (LIM) terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata alam berkonsep edu-resort yang terintegrasi dengan edukasi, rekreasi, dan pemberdayaan masyarakat. 

Berlokasi di Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, kawasan ini kian diminati wisatawan dari berbagai daerah, khususnya pada akhir pekan dan hari libur nasional.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (13/12/2025), arus kunjungan destinasi wisata ini terpantau stabil dengan dominasi wisatawan keluarga dan rombongan. 

Kondisi ini menunjukkan tren positif wisata berbasis alam yang tak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga nilai pembelajaran dan pengalaman langsung di alam terbuka.

Sales Manager LIM, Hariyanto, menerangkan bahwa peningkatan kunjungan paling signifikan terjadi pada akhir pekan.

"Kebanyakan pengunjung datang saat weekend, mulai Jumat sore sampai Minggu. Jika bertepatan dengan tanggal merah, tingkat kunjungan biasanya meningkat cukup tajam," ujar Hariyanto, Sabtu (13/12/2025).

Ia menjelaskan, lembah ini dikembangkan dengan konsep edu-resort, yakni menggabungkan wisata alam, edukasi lingkungan, dan aktivitas petualangan dalam satu kawasan terpadu. Konsep ini menjadi pembeda utama dibanding destinasi wisata alam lainnya di Kabupaten Malang.

"Lembah Indah Malang tidak hanya tempat rekreasi, tetapi juga ruang belajar terbuka. Ada edu-farm, greenhouse, hingga aktivitas outbound yang dirancang edukatif, sehingga cocok untuk keluarga, sekolah, maupun kegiatan perusahaan," jelasnya.

Kawasan wisata ini, lanjut Hariyanto, memiliki luas sekitar 25 hektare dan berada di kawasan perbukitan dengan kondisi alam yang masih asri.

Fasilitas yang tersedia meliputi jeep off-road di lereng Gunung , panahan, paintball, flying park, ATV, e-bike, hingga playground ramah anak. 

Sementara secara view, pengembangan jalur trekking sepanjang kurang lebih satu kilometer menjadi daya tarik tersendiri karena menyuguhkan panorama matahari terbit dengan pemandangan berbagai gunung yang berada di Malang Raya.

Hariyanto menambahkan, sebagian besar wisatawan awalnya hanya berniat melakukan kunjungan harian. Namun, setelah mengenal fasilitas dan konsep yang ditawarkan, banyak di antaranya beralih memesan penginapan untuk kegiatan gathering maupun team building.

"Awalnya mereka hanya jalan-jalan. Setelah tahu konsep dan fasilitasnya, banyak yang kemudian tertarik menginap dan mengadakan kegiatan kelompok, seperti Out Bound" tuturnya.

Ia menyebut untuk tiket masuk, pengunjung dikenakan tarif Rp20.000 per orang yang sudah termasuk Welcome Drink.

Sementara fasilitas penginapan dengan konsep unik yakni glamorous camping (glamping) tersedia dengan harga bervariasi, mulai sekitar Rp750 ribu hingga Rp3 juta per malam, dengan kapasitas 3 hingga 10 orang, tergantung tipe unit dengan area parkir cukup luas.

Lebih lanjut, Hariyanto menegaskan bahwa tempat ini tak hanya berdampak pada sektor pariwisata, keberadaan LIM juga memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi lokal. Saat ini, sekitar 50 karyawan terlibat dalam operasional, dengan 90 persen di antaranya merupakan warga desa setempat.

"Harapan kami, LIM semakin dikenal luas dan bisa menjadi barometer wisata berbasis alam dan edukasi di wilayah Ngajum maupun Kepanjen," pungkas Hariyanto. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow