Perokok Rentan Menderita TBC, Begini Cara Berhenti Merokok

Perokok berat mudah sekali terserang TBC. Namun, masih banyak yang 'ngeyel'. Oleh karena itu berikut tips untuk berhenti merokok.

25 May 2024 - 09:30
Perokok Rentan Menderita TBC, Begini Cara Berhenti Merokok
Ilustrasi penyakit TBC yang disebabkan oleh rokok (Foto : Freepik/SJP)

SAAT ini perlu diketahui, ada penelitian yang menunjukkan kalau perokok itu 73 persen lebih berisiko terkena TBC, lho!

Tapi sayangnya, masih banyak orang yang ngeyel dan terus merokok, bahkan sekalipun sudah terdiagnosis TBC, padahal, dampaknya bisa lebih berbahaya.

Contohnya, seperti cuitan dokter di salah satu akun media sosialnya, yang lagi ramai diperbincangkan.

Menurut cuitan tersebut, ia mendapati seorang pasien bapak-bapak perokok berat, yakni sehari bisa 3 bungkus rokok, walaupun bapak ini sudah sampai terdiagnosis TBC paru.

Sejak dulu sebenarnya Si Bapak juga sudah berkali-kali dinasehati oleh istrinya untuk berhenti merokok dan berobat, lantaran batuk lama dan makin kurus, tapi tetap saja bapak ini “kekeuh” dan tidak menuruti kemauan sang istri.

Seperti diketahui, kalau TBC/TB adalah penyakit menular akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Selain paling sering menyerang paru-paru, TBC juga bisa menyerang ginjal, tulang belakang dan otak.

Jika dibiarkan begitu saja, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi yang lebih parah lagi, seperti kerusakan paru-paru permanen, hingga berujung pada kematian.

Jadi, penting bagi untuk tidak menganggap sepele kesehatan. Mau itu gejalanya ringan/berat sekalipun, jika ada keluhan kesehatan, sebaiknya segera dicek ke dokter. Dan yang gak kalah penting adalah sebisa mungkin hentikan merokok.

Memang, kuatnya adiksi nikotin pada rokok membuat penggunanya cukup susah untuk melepaskannya. Tapi, kalau ada niat untuk berhenti, pasti bisa, begini caranya :

  • Buatlah tekad yang kuat melawan adiksi untuk merokok jika memang kamu sayang dengan diri sendiri maupun keluarga.
  • Cobalah menyingkirkan semua benda yang berhubungan dengan rokok dari jangkauan kamu.
  • Mulailah untuk membatasi berkumpul di tempat area perokok.
  • Saat rasa ingin merokok muncul, coba alihkan diri dengan mencari aktivitas lain

Memang sih, semua orang akan meninggal pada waktunya, terlepas dari merokok atau tidak, tapi apakah tidak mau berikhtiar untuk hidup lebih sehat dan berkualitas? (**)

Sumber : Instagram @alodokter.id

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow