Penjual Es di Mojokerto Ditipu Orang Mengaku Polisi, Uang Rp9 Juta Raib
Mirisnya, uang senilai Rp9 juta itu adalah uang yang rencananya akan digunakan untuk pembayaran kuliah selama 3 semester anak semata wayangnya yang kuliah di Kota Solo, Jawa Tengah.
MOJOKERTO, SJP - Peristiwa memilukan menimpa Slamet Widodo (49): seorang pedagang kaki lima (PKL) penjual es puter yang biasa keliling dan mangkal di Simpang Empat Prapanca, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.
Dengan nada sedih, dia bercerita bahwa dirinya telah ditipu oleh seseorang yang mengaku anggota polisi yang berdinas di Polres Mojokerto Kota. Akibatnya, uang senilai Rp9 juta raib bersama tas miliknya dan sejumlah dokumen penting, seperti KTP, SIM A dan C.
Mirisnya, uang senilai Rp9 juta itu adalah uang yang rencananya akan digunakan untuk pembayaran kuliah selama 3 semester anak semata wayangnya yang kuliah di Kota Solo, Jawa Tengah.
Slamet Widodo merupakan warga Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Namun, dia merantau ke Mojokerto untuk mengadu nasib sejak tahun 1999 sebagai penjual es puter.
Sehari-hari, Slamet tinggal di rumah kontrakan yang berlokasi di Kelurahan Kranggan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.
Modus Pelaku Mengaku Polisi Mengambil Uang Korban
Kejadian memilukan itu dialami Slamet pada Sabtu (12/4/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah berkeliling dia berniat mangkal sekaligus makan siang di Simpang Empat Prapanca.
Saat itu, Slamet memesan mi ayam di sekitar lokasi. Usai makan, tiba-tiba dia dihampiri seorang pria berbadan tinggi besar yang tidak dikenalnya. Pria itu memakai jaket hitam dan motor Beat berwarna hitam.
"Kulit sawo matang, tinggi besar, memakai helm dan mengendarai sepeda motor Beat berwarna hitam. Dia mengaku dari Polres Mojokerto Kota," ungkap Slamet Widodo, Senin (20/4/2025).
Tanpa menaruh curiga, Slamet pun mengobrol dengan seseorang yang dianggapnya sebagai anggota Polri yang berdinas di Polres Mojokerto Kota itu.
Hingga akhirnya, pria yang mengaku anggota polisi itu mengatakan, semua dagangan Slamet akan diborong oleh Polres Mojokerto Kota.
Dengan polosnya, Slamet bergegas mengayuh gerobaknya menuju Mapolres Mojokerto Kota. Namun, setelah jarak 20 meter, pria yang mengaku polisi itu kembali menghampiri Slamet dengan tujuan meminta KTP.
Tanpa curiga, Slamet membuka tasnya yang berisi KTP, uang dan SIM. Namun ternyata, yang diminta pelaku itu bukan hanya KTP, melainkan juga meminta uang dan seluruh isi tas dengan dalih sebagai jaminan kalau Slamet benar-benar datang ke Mapolres Mojokerto Kota.
Slamet mengaku sempat diancam jika tidak mengikuti arahannya. Dengan rasa takut, akhirnya Slamet memberikan tas beserta isinya itu.
"Pelaku mengancam akan menembak saya, kalau saya macam-macam," terangnya.
Setelah menguasai uang dan barang-barang di dalam tas, pelaku tidak langsung kabur begitu saja. Namun, pelaku mengajak korban untuk bertemu di warung bakso yang berlokasi di Pasar Tanjunganyar.
Sebelum Slamet tiba di Pasar Tanjunganyar, pelaku kabur meninggalkan Slamet sambil membawa tas yang berisi uang Rp9 juta yang rencananya untuk pembayaran biaya kuliah anaknya itu.
Slamet sempat mendatangi warung bakso untuk mencari keberadaan pelaku. Namun usahanya tak membuahkan hasil. Hingga akhirnya dia sadar telah menjadi korban penipuan.
"Saya baru sadar kalau ditipu dan saya laporkan ke Polres Mojokerto Kota," tandasnya.
Polisi Buru Pelaku
Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Siko Sesaria Putra Soma saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan itu. Pihaknya menyebut, telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan.
Saat ini proses penyelidikan masih berlangsung dan polisi masih memburu pelaku penipuan terhadap penjual es tersebut. AKP Siko memastikan, pelaku merupakan polisi gadungan.
"Saat pertama kejadian langsung olah TKP, sekarang dalam penyelidikan, insyaallah kita segera amankan pelakunya," tutupnya. (*)
Editor: AliWafa
What's Your Reaction?

