Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Dilantik Bersamaan di TPA Banjardowo Jombang

Sebanyak 2.448 pengurus dan pengawas koperasi desa merah putih resmi dilantik.

23 May 2025 - 22:05
Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Dilantik Bersamaan di TPA Banjardowo Jombang
Peserta pelantikan koperasi desa merah putih di Jombang. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP - Ribuan pengurus Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih jalani pelantikan serentak di kawasan Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Banjardowo, Kabupaten Jombang, Jumat (23/5/2025).

Total keseluruhan sebanyak 2.448 pengurus dan pengawas koperasi. Jumlah tersebut merupakan hasil pembentukan dari 302 desa dan 4 kelurahan di Jombang. Tiap desa berisi 8 pengurus termasuk pengawas. 

Sebelumnya semua desa melaksanakan pemilihan pengurus koperasi desa merah putih melalui musyawarah desa khusus (musdesus). Termasuk dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang berupa pendaftaran ke Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK). 

Artinya, sebelum pelantikan serentak dilaksanakan, koperasi desa merah putih yang dibentuk oleh 306 desa telah memiliki legalitas yang difasilitasi 64 notaris. 

Bupati Jombang Warsubi mengatakan Ini merupakan langkah strategis dan kebutuhan nyata bagi masyarakat desa agar mampu mendorong potensi di desa. 

"Karena koperasi desa merah putih ini merupakan penggerak ekonomi kerakyatan," ucap Warsubi. 

Selanjutnya, seluruh pengurus koperasi desa merah putih bisa menjalankan tugas dengan baik atas dasar kepentingan bersama. 

"Meninggalkan aspek kepentingan pribadi maupun kelompok," bebernya. 

Sementara itu, Staff Khusus Kementerian Koperasi Republik Indonesia (RI), Adi Sulistyowati mengatakan, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih ditujukan untuk mendorong pemerataan ekonomi masyarakat. 

"Koperasi ini untuk mendorong pemerataan ekonomi masyarakat di tingkat bawah, mengikis kemiskinan dan mendorong masyarakat desa untuk bangkit," ungkapnya kepada wartawan. 

Hadirnya Koperasi Desa Merah Putih ini bukan tanpa tantangan. Adanya konflik kepentingan dan resiko penyelewengan dana bisa menjadi hambatan nyata. 

"Tantangan utama mulai dari konflik kepentingan, penyelewengan dana dan ketergantungan terhadap pemerintah," terangnya. 

"Strategi utama untuk keberhasilan Koperasi Desa ini meliputi partisipasi aktif masyarakat, penguatan kapasitas SDM, dan sinergi denganberbagai pihak termasuk stakeholder desa," tandasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow