Pembayaran Mudah dan Operasional Rapi Jadi Kunci UMKM, ITS Latih Warga Gebang Putih
Pelatihan 5R dan digitalisasi pembayaran yang dibawa ITS ke Gebang Putih menargetkan akar persoalan UMKM, kepercayaan konsumen dan kebutuhan transaksi modern yang cepat dan aman.
SURABAYA, SJP - Di era ketika pelanggan menuntut proses belanja yang cepat, bersih, dan serba praktis, kebutuhan UMKM tidak lagi hanya berkutat pada kualitas produk. Operasional yang tertata serta pembayaran yang mudah menjadi dambaan konsumen modern.
Dua hal itulah yang kemudian melatarbelakangi kegiatan pengabdian masyarakat (abmas) Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS di Kelurahan Gebang Putih, Surabaya, Minggu (30/11/2025), yang menghadirkan pelatihan 5R dan literasi keuangan digital untuk 50 pelaku UMKM setempat.
Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS melalui Laboratorium Manufacturing Systems sudah rutin melakukan pengabdian masyarakat setiap semester. Program tersebut ditujukan untuk membantu UMKM di sekitar kampus agar tidak hanya bertahan, tetapi ikut berkembang dalam persaingan ekonomi yang semakin digital.
Kegiatan abmas tersebut diinisiasi oleh dosen Prof. Dr. Maria Anityasari, S.T., M.Eng. selaku Kepala Laboratorium Manufacturing System bersama Dr. Putu Dana Karningsih, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D. selaku Dosen Laboratorium Manufacturing System dan asisten mahasiswa Lab Manufacturing Systems, yakni Fadhel da Murra dan Farras Faishal.
Dr. Putu Dana Karningsih, selaku dosen lab menjelaskan dalam kegiatan kali ini, Kelurahan Gebang Putih dipilih karena merupakan salah satu wilayah terdekat dengan kampus ITS, dan menurut tim ITS, sudah semestinya kampus turut memberdayakan lingkungan sekitarnya secara berkesinambungan.
"Jadi kegiatan pengabdian masyarakat kami lakukan itu hampir setiap semester dan itu memang dilakukan dengan tujuan membantu atau mendampingi UMKM," ujar Dana, Minggu (30/11/2025).
Pada kegiatan itu, tim ITS memberikan dua materi inti, yaitu penerapan budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) dan digitalisasi transaksi melalui QRIS dengan menggandeng Bank Mandiri yang juga memiliki kantor cabang disekitar wilayah ITS.
Keduanya dipilih karena terbukti sangat relevan dengan problem harian yang ditemukan pada UMKM di wilayah tersebut, diantaranya seperti banyak yang belum tertib dalam pengelolaan operasional, serta sebagian besar masih menggunakan pembayaran tunai.
Dr. Dana menjelaskan bahwa salah satu cara paling sederhana untuk meningkatkan kepercayaan konsumen adalah menjaga kerapian, kebersihan, dan ketertataan tempat usaha, terutama bagi pelaku usaha makanan, minuman, dan layanan.
"5R itu kan sebenarnya sederhana. Bila itu mereka bisa aplikasikan, maka konsumen akan merasa yakin, apalagi untuk produk makanan dan jasa," tuturnya
Program tersebut telah bergulir selama tiga bulan dan dirancang berkelanjutan. ITS menargetkan akan kembali hadir semester depan dengan materi yang lain sehingga pendampingan tidak berhenti pada aspek kebersihan saja, tetapi melebar ke keamanan pangan, legalitas, hingga sistem produksi UMKM.
Sementara dalam aspek digitalisasi, menurut Dr. Dana hanyalah satu bagian dari proses besar menuju UMKM yang modern dan cocok dengan kebiasaan generasi muda yang serba instan dan mudah.
"Mau tidak mau mereka (UMKM) harus berkenalan dengan digitalisasi. Karena itu kami juga mengajak Bank Mandiri untuk memberikan edukasi tentang penggunaan QRIS," tandas Dr. Dana.
Berangkat dari Hasil Survei Mahasiswa
Pelatihan tersebut diracik berdasarkan survei mahasiswa ITS terhadap UMKM dan masyarakat di Gebang Putih. Survei tersebut mengungkap adanya tiga jenis usaha kecil menengah yang mendominasi wilayah ini, meliputi kuliner, kelontong, dan jasa seperti bengkel maupun laundry.
Hasil survei dari mahasiswa ITS menunjukkan bahwa hampir seluruh jenis usaha menghadapi persoalan serupa, yakni kebersihan tempat usaha dan belum tersedianya pembayaran digital. Temuan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi materi pelatihan.
"Setelah kami survei, banyak pembeli yang enggan datang ketika UMKM terlihat kotor atau tidak rapi," Fadhel da Murra yang merupakan salah satu asisten lab.
Selain itu, mahasiswa ITS juga menekankan bahwa materi 5R yang mereka bawa berasal dari konsep besar Toyota Production System (TPS) yang mereka Sederhanakan agar relevan dan dapat dipraktikkan langsung oleh pelaku UMKM dengan konteks lokal. Pendekatan ilmiah ini dilakukan tanpa mengubah esensi produktivitas yang menjadi dasar dari 5R.
"Kami coba bumikan konsep dari Toyota Production System dengan bahasa yang mudah dipahami agar UMKM bisa menerapkan dengan baik," imbuh Farras Faishal, asisten lab yang memberikan materi 5R kepada warga.
Dari pengelompokan data survei, dua masalah utama muncul paling dominan adalah kepercayaan konsumen dan metode pembayaran. Pembeli akan merasa lebih mudah dan aman bila transaksi tercatat jelas melalui QRIS, sementara operasional yang rapi akan meningkatkan keyakinan mereka terhadap kualitas produk.
Oleh karena itu, program tersebut tidak hanya berhenti pada penyuluhan, tetapi akan dievaluasi dengan pola PDCA (Plan, Do, Check, Action) untuk memastikan dampaknya berkelanjutan.
"Kegiatan ini akan terus berlanjut karena sistemnya PDCA. Setelah penyuluhan, kami akan mengevaluasi apakah program berjalan efektif," ucap Farras.
UMKM Gebang Putih Harap Makin Siap Hadapi Era Digital
Mewakili pihak warga setempat, pelatihan itu disambut positif oleh Lurah Gebang Putih, Indriyani Setiyawati, S.Sos, M.Si. Ia menyampaikan bahwa penguatan literasi digital dan manajemen operasional menjadi kebutuhan mendesak bagi UMKM lokal, terutama karena sebagian besar pelakunya adalah ibu rumah tangga yang menjalankan usaha untuk membantu perekonomian keluarga.
Menurutnya, edukasi dari perguruan tinggi menjadi dorongan besar agar UMKM tidak tertinggal dalam perkembangan zaman, dan tetap semangat dalam menjalankan operasional yang tidak hanya profesional, tetapi juga nyaman bagi pelanggan.
"Kami sangat apresiasi atas apa yang dilakukan ITS. Ini akan menambah nilai bagi UMKM kami untuk menghadapi era digital," Indriyani Setiyawati
UMKM Gebang Putih dikenal aktif, terutama saat memasuki bulan Ramadan, karena wilayah tersebut rutin menggelar Kampung Ramadhan dengan lebih dari seratus stan UMKM yang memenuhi area ITS untuk dijadikan lokasi ngabuburit dab berburu takjil.
Dengan pelatihan digitalisasi dan 5R itu, Lurah berharap para pelaku usaha dapat menerapkan ilmunya pada Ramadhan Februari 2026 mendatang sehingga transaksi lebih efisien, usaha lebih bersih, dan penghasilan meningkat.
"Semoga UMKM Gebang Putih bisa berkembang dan menerapkan digitalisasi untuk Kampung Ramadhan tahun depan," tukas Indriyani. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

