Pelanggan Makin Ngirit; Laba McDonalds Jauh Dari Ekspektasi

Pertumbuhan penjualan global turun selama empat kuartal berturut-turut menjadi 1,9 persen dan perusahaan mengatakan konsumen menjadi lebih selektif dengan setiap uang yang mereka belanjakan.

01 May 2024 - 08:02
Pelanggan Makin Ngirit; Laba McDonalds Jauh Dari Ekspektasi
Profit McDonalds turun jauh dari ekspektasi imbas konflik Timur Tengah dan pelanggan yang kurangi pengeluaran yang tidak perlu (reuters/SJP)

Chicago, SJP – Prediksi perolehan laba McDonald's meleset dari perkiraan laba kuartalan untuk pertama kalinya dalam dua tahun.

Salah satu penyebab adalah semakin banyak konsumen yang sedang mengurangi anggaran belanja.

Konflik Timur Tengah juga turut berkontribusi dalam menurunnya penjualan waralaba terkenal itu.

Pertumbuhan penjualan global turun selama empat kuartal berturut-turut menjadi 1,9 persen dan perusahaan mengatakan konsumen menjadi lebih selektif dengan setiap uang yang mereka belanjakan.

Analis memperkirakan kenaikan 2,35 persen menurut data London Stock Exchange (LSEG)

"Konsumen kini sangat selektif dalam membelanjakan uangnya... Saya pikir penting untuk menyadari bahwa semua kelompok pendapatan mencari nilai," kata CEO McDonald's Chris Kempczinski setelah laporan pendapatan.

Hasil yang dicapai McDonald's juga berbeda dengan hasil dari jaringan restoran cepat saji lainnya yang juga mengandalkan item menu bernilai untuk memikat pelanggan pilih-pilih, yang lebih sedikit mengunjungi restoran.

Pemilik Burger King, Restaurant Brands International juga alami melesetnya ekspektasi untuk hasil kuartalan pada hari Selasa, sementara Domino's Pizza juga sering sekali memberikan harga penawaran pizza yang murah.

McDonald's, seperti restoran waralaba lainnya, telah menaikkan harga dengan persentase satu digit hingga menengah ke atas selama setahun terakhir sebagai respons terhadap kenaikan harga telur dan bahan mentah lainnya meskipun anggaran bagi masyarakat berpendapatan rendah masih terus membengkak.

“Kami telah melihat bahwa keunggulan relatif kami dalam hal keterjangkauan telah menurun di beberapa pasar,” tambah Kempczinski.

Penjualan toko yang sama pada kuartal pertama McDonald's tumbuh 2,5 persen di Amerika Serikat, jauh lebih rendah dari pertumbuhan 12,6 persen tahun lalu dan sedikit di bawah perkiraan pertumbuhan 2,55 persen.

Penjualan serupa dari pemegang lisensi internasional perusahaan, yang menyumbang 10 persen dari keseluruhan pendapatannya pada tahun 2023, turun 0,2 persen mengimbangi tren positif dari Jepang, Amerika Latin, dan Eropa. Analis memperkirakan kenaikan 0,98 persen untuk unit ini.

Pada bulan Maret, CFO McDonald's Ian Borden telah memperingatkan penurunan penjualan internasional pada kuartal pertama, akibat tekanan konflik Timur Tengah dan lesunya perekonomian Tiongkok, yang merupakan pasar terbesar kedua setelah Amerika Serikat.

Merek-merek Barat seperti McDonald's dan Starbucks telah menghadapi protes dan kampanye boikot terhadap mereka karena dianggap pro-Israel.

Pada kuartal terakhir, Starbucks memangkas perkiraan penjualan tahunannya, hal ini sebagian disebabkan oleh penurunan penjualan dan lalu lintas di toko-toko di Timur Tengah.

McDonald's menghadapi reaksi keras dari waralabanya di beberapa negara Muslim pada bulan Oktober menyusul tindakan perusahaan restoran Israel yang memberikan makanan gratis kepada militer Israel. Awal bulan ini, perusahaan tersebut membeli waralaba Israel yang berusia 30 tahun dari Alonyal Ltd.

Pada bulan Desember, McDonald's Malaysia menggugat gerakan yang mendorong boikot terhadap Israel atas pernyataan palsu dan memfitnah yang menurut mereka merugikan bisnis mereka.

“Dampak perang di Timur Tengah akan menekan semua merek Amerika secara internasional dan hal ini masih belum diketahui dan akan menciptakan risiko bagi perusahaan-perusahaan yang menghasilkan pendapatan operasional dari waralaba ini,” kata analis Northcoast Research, Jim Sanderson.(**)

Sumber: Reuters

Editor: Tri Sukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow