Nongkrong di Taman Sritanjung, Dua Pemuda di Banyuwangi Dikeroyok Puluhan OTK

Para pelaku memukul dengan menggunakan bata dan kayu. Hingga salah seorang korban matanya hitam lebam, luka di pelipis mata dan luka di bagian belakang kepala.

03 Dec 2023 - 17:30
Nongkrong di Taman Sritanjung, Dua Pemuda di Banyuwangi Dikeroyok Puluhan OTK
Aksi pengereroyokan yang terjadi di Taman Sritanjung, Banyuwangi terekam kamera ponsel warga.

Kabupaten Banyuwangi, SJP - Aksi pengeroyokan terjadi di dekat Taman Sritanjung, Banyuwangi, Minggu (3/12/2023) dini hari. Aksi itu terekam kamera ponsel warga dan tersebar luas di media sosial. Video itupun menjadi trending topik. 

Dalam dua video berdurasi 17 detik dan 9 detik yang beredar, terlihat puluhan pria yang tidak diketahui identitasnya menghajar dua orang pemuda.

Tidak hanya memukul, gerombilan pria tersebut juga nampak menendang dan melempari korban menggunakan batu. Korban terlihat terkapar lemas tak berdaya. 

Kasus ini pun kemudian mulai menemui titik terang. Hal tersebut setelah korban melapor ke Polresta Banyuwangi.

Diketahui dua pemuda yang menjadi korban pengeroyokan tersebut adalah Abdul Gofur (26) dan M. Mufid (20). Dua orang yang masih berkerabat ini beralamat di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. 

Mereka datang ke Mapolres pada Ahad (3/12/2023) siang didampingi oleh keluarga. 

Kepada wartawan, Abdul Gofur bercerita bahwa aksi tersebut terjadi sekira pukul 01.30 WIB.

Gofur mengaku saat itu ia bersama M. Mufid dan tiga orang lainnya tengah nongkrong di bundaran sebelah utara Taman Sritanjung. Tidak jauh dari tempat mereka nongkrong, ada pula sekelompok anak muda lain yang nongkrong. 

Saat itu Gofur dan kawan-kawannya hendak pulang. Terlihat kelompok lain di sebelahnya juga hendak bertolak pulang.

"Tapi mereka mbleyer-mbleyer (menggeber gas dengan keras) sepeda motornya," katanya.

Pasca aksi geber-geber itulah datang segerombolan pria lari dari arah timur menuju ke tempatnya nongkrong. Diduga gerombolan itu tak terima karena adanya aksi geber-geber motor.

Nahasnya saat gerombolan itu tiba, pemuda yang menggeber sepeda motornya sudah meninggalkan tempat itu. Yang ada hanya kelompok Gofur. 

Seketika itu juga belasan pemuda itu menghajar Gofur dan Mufid. Kelompok pemuda itu menghajarnya dengan membabi buta.

"Mungkin mereka mengira anak yang mbleyer-mbleyer sepeda motor tadi teman saya," ujarnya.

Menurutnya, para pelaku memukul dengan menggunakan bata dan kayu. Dia sempat melihat keponakannya sudah tergeletak tak berdaya. Sementara dirinya masih dihajar oleh sekelompok pemuda tak dikenalnya itu.

Dia menyebut, tidak ada orang yang melerai atau menolong mereka. Tiga temannya sempat mencoba melerai tapi gagal. Bahkan seorang temannya bernama Prima turut dihajar. Aksi brutal pengeroyokan itu, menurutnya baru berhenti setelah dia dan keponakannya tak berdaya.

"Mungkin yang mukul sudah puas, lalu di tinggal begitu saja," ungkapnya.

Gofur mengaku mengalami luka di bagian wajah. Yang paling parah adalah dibagian punggungnya. Bekas luka tampak jelas dipunggunnya. Meski demikian, kata Dia, luka yang dialami keponakannya jauh lebih parah.

"Adik Saya kondisi parah, ndak bisa berdiri, masih pusing, masih lemes. Tadi sudah diobati," ungkapnya.

Setelah para pelaku pergi, mereka akhirnya pulang. Namun salah satu motor temannya terpaksa didorong. Karena kuncinya diduga diambil pelaku pengeroyokan.

Pada kesempatan yang sama, Ibu dari M. Mufid, Ernawati (37), menyatakan, saat anaknya pulang kondisinya tidak sadarkan diri. Dia mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Di antaranya, matanya hitam lebam, di pelipis mengalami luka sobek, ada juga luka di bagian belakang kepala.

"Sekarang Saya laporan, minta diusut, yang menganiaya siapa," ujarnya. (*)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow