Nenek 86 Tahun di Bojonegoro Tertipu Modus Haji Instan, Emas 34 Gram Raib Dibawa Pelaku

Korban, Sukimah, warga Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu, didatangi dua pria tak dikenal pada Senin siang (20/4/2026). Dengan dalih bisa memberangkatkan haji secara cepat, pelaku meyakinkan korban melalui pendekatan yang tampak meyakinkan—bahkan disertai bingkisan sembako yang disebut sebagai persiapan syukuran keberangkatan.

22 Apr 2026 - 21:54
Nenek 86 Tahun di Bojonegoro Tertipu Modus Haji Instan, Emas 34 Gram Raib Dibawa Pelaku
Korban

BOJONEGORO, SJP- Seorang lansia di Bojonegoro harus menelan pil pahit setelah menjadi korban penipuan berkedok pemberangkatan haji. Perempuan berusia 86 tahun itu kehilangan perhiasan emas seberat 34 gram, dengan nilai kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Korban, Sukimah, warga Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu, didatangi dua pria tak dikenal pada Senin siang (20/4/2026). Dengan dalih bisa memberangkatkan haji secara cepat, pelaku meyakinkan korban melalui pendekatan yang tampak meyakinkan, bahkan disertai bingkisan sembako yang disebut sebagai persiapan syukuran keberangkatan.

Tanpa curiga, korban menyerahkan perhiasannya berupa kalung 20 gram dan gelang seberat 14 gram sebagai “biaya pendaftaran”. Namun, setelah barang berpindah tangan, kedua pelaku langsung pergi dan tak pernah kembali.

Modus ini baru disadari sebagai penipuan sehari kemudian. Korban kemudian menceritakan kejadian tersebut kepada tetangga sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian setempat.

Kapolsek Sukosewu, AKP Samsul Anam, membenarkan laporan tersebut. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku. Kasus ini menjadi pengingat bahwa modus penipuan berkedok ibadah masih marak terjadi, dengan sasaran utama kelompok rentan seperti lansia.

"Kalung dan gelang korban kisaran 30 gram sudah dibawa lari pelaku," ucap Kapolsek Sukosewu.

Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tawaran haji instan tanpa prosedur resmi. Di tengah panjangnya antrean haji di Indonesia, janji keberangkatan cepat dengan imbalan tertentu patut dicurigai sebagai praktik penipuan.

"Masyarakat kami imbau agar lebih waspada dengan modus serupa," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow