Rob Kembali Terjang Pesisir Surabaya, Hujan Perparah Genangan

Fenomena rob dipicu oleh fase bulan baru yang bertepatan dengan perigee, yakni posisi bulan berada lebih dekat ke bumi sehingga memicu pasang maksimum air laut. Kondisi itu kerap terjadi secara periodik, terutama pada awal bulan atau saat fase bulan purnama.

22 Apr 2026 - 21:42
Rob Kembali Terjang Pesisir Surabaya, Hujan Perparah Genangan
Banjir rob rendam pesisir Kota Surabaya (Dok. BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya for SJP)

SURABAYA, SJP - Fenomena banjir rob kembali merendam sejumlah wilayah pesisir Surabaya pada Rabu (22/4/2026). Di tengah musim hujan yang belum sepenuhnya berakhir, kenaikan muka air laut yang bertepatan dengan turunnya hujan membuat genangan air meluas hingga ke jalan protokol dan permukiman warga.

Sejak menjelang dini hari, air mulai menggenangi sejumlah titik vital di kawasan pesisir. Beberapa ruas utama seperti Jalan Osowilangun, Jalan Kalimas, Jalan Margomulyo hingga kawasan Kalianak terpantau terdampak. 

Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu, memicu kemacetan lalu lintas, bahkan menyebabkan sejumlah kendaraan mogok saat melintasi genangan.

Di Jalan Kalimas, ketinggian air tercatat mencapai sekitar 25 sentimeter. Sementara di kawasan Osowilangun, Margomulyo, dan Kalianak, genangan rata-rata berkisar 15 sentimeter. Meski tidak setinggi di Kalimas, luasan genangan di wilayah tersebut tetap berdampak signifikan karena menjangkau akses utama dan kawasan padat penduduk.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, menjelaskan bahwa banjir rob kali ini merupakan kombinasi antara fenomena alam dan kondisi cuaca yang masih basah.

"Saat ini di Jalan Kalimas ketinggian air mencapai 25 sentimeter akibat kenaikan muka air laut atau banjir rob, ditambah hujan sedang yang meningkatkan volume genangan," jelas Sutarno, Rabu (22/4/2026).

Ia menambahkan, fenomena rob dipicu oleh fase bulan baru yang bertepatan dengan perigee, yakni posisi bulan berada lebih dekat ke bumi sehingga memicu pasang maksimum air laut. Kondisi itu kerap terjadi secara periodik, terutama pada awal bulan atau saat fase bulan purnama.

"Biasanya air rob mulai naik sekitar pukul 10.30 hingga 12.00 WIB, dan sering terjadi pada awal bulan maupun saat fase bulan purnama," ujarnya.

Selain berdampak pada lalu lintas, banjir rob juga mulai mengganggu aktivitas ekonomi di kawasan pesisir. Operasional pelabuhan, kegiatan bongkar muat barang, hingga aktivitas tambak garam dan perikanan darat ikut terdampak akibat genangan yang meluas.

"Banjir rob ini juga berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, termasuk aktivitas bongkar muat hingga tambak garam dan perikanan darat," terang Sutarno.

Di lapangan, sejumlah pengendara memilih tetap melintas meski berisiko. Namun tidak sedikit kendaraan, khususnya roda dua, yang akhirnya mogok setelah nekat menerobos genangan air.

BMKG pun mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat melintasi kawasan tergenang. Selain berpotensi membahayakan keselamatan, air laut yang bersifat korosif juga dapat merusak komponen kendaraan.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca serta informasi pasang surut air laut guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, terlebih di tengah kondisi musim hujan yang belum sepenuhnya berakhir di Kota Pahlawan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow