Musim Hujan, Petani di Gresik Siap Menampung Hujan untuk Irigasi Sawah
Jumlah ketersediaan air yang minim dibanding kebutuhan lahan persawahan. Apalagi Kabupaten Gresik termasuk dalam topografi dataran rendah. Maka sangat perlu, para petani menampung air hujan untuk ketersediaan irigasi di musim kemarau.
GRESIK, SJP - Petani di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tengah bersiap untuk menampung air hujan guna keberlanjutan kebutuhan air irigasi persawahan. Memasuki musim penghujan, pembentukan organisasi kelompok kerja (pokja) Komisi Irigasi mulai dibentuk untuk mengupayakan hal tersebut di Gedung GNI Gresik, Kamis (30/10/2025).
Kepala Bidang SDA Dinas PUTR Gresik, Ubaidillah, mengakui ada ketimpangan antara jumlah ketersediaan air yang minim dibanding kebutuhan lahan persawahan. Apalagi Kabupaten Gresik termasuk dalam topografi dataran rendah. Maka sangat perlu, para petani menampung air hujan untuk ketersediaan irigasi di musim kemarau.
"Selama ini memang menampung air hujan. Kita di wilayah Kabupaten Gresik, kalau hujan kelebihan air sampai banjir. Di sisi lain, kalau kemarau mengalami kekeringan. Ini bagaimana upaya kita ketika kelebihan air ini bisa dimanfaatkan untuk di simpan atau ditampung," kata Ubaidillah.
Ubaidillah menyampaikan, musim penghujan merupakan masa panen air hujan bagi petani di Gresik. Ia menyebut, air hujan tersebut akan ditampung di waduk-waduk yang sudah tersedia di setiap desa atau kecamatan.
Air hujan akan ditampung dan disimpan guna ketersediaan air irigasi petani di musim kemarau. "Akan sisimpan di waduk-waduk, tampungan-tampungan seperti itu. Juga bisa memanfaatkan lokasi sumber-sumber air desa dan sebagainya," jelasnya.
Lanjut dia, jumlah waduk di Kabupaten Gresik sekarang mencapai 156 lokasi untuk kepentingan irigasi sawah. Kemudian ada irigasi teknis disebanyak 115 daerah untuk melayani sekitar 13.000 hektare di wilayah Kabupaten Gresik.
Sementara itu, petani asal Kecamatan Balongpanggang, Sukari, mengungkap permasalahan kekeringan melanda saat musim kemarau. Air irigasi pun tidak mengalir sehingga mengganggu produktivitas para petani.
"Sering petani mengeluh pembagian air karena memang tidak da aliran air saat kemarau," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

