Menteri PPMI dan Bupati Gresik Launching Desa Migran EMAS

Desa Migran EMAS di launching perdana di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sebanyak lima desa ditetapkan sebagai Desa Migran EMAS diresmikan secara langsung oleh Menteri PPMI Abdul Kadir Karding bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani .

11 Jul 2025 - 14:46
Menteri PPMI dan Bupati Gresik Launching Desa Migran EMAS
Menteri PPMI dan Bupati Gresik Launching Desa Migran EMAS. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melaunching program Desa Migran EMAS (Edukatif, Maju, Aman dan Sejahtera) sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem migrasi aman dan berkelanjutan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat (11/7/2025). 

Kegiatan launching tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) sekaligus Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Abdul Kadir Karding, bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Kabupaten Gresik. 

Menteri PPMI Abdul Kadir Karding, mengatakan, Kabupaten Gresik merupakan salah satu daerah yang memiliki komitmen yang kuat terhadap perlindungan pekerja-pekerja migran Indonesia (PMI) dan banyak warganya bekerja ke luar negeri.

"Itu ditandai dengan dalam visi misi bupati ada tercantum soal perlindungan pekerja-pekerja migran Indonesia. Oleh karena itu kita harus menjaga mereka agar terlindungi dan, atau yang ingin berangkat ke luar negeri betul-betul dipersiapkan dengan aman dan juga hasilnya baik. Kami dengan pemerintah daerah akan mendorong beberapa kerja sama salah satunya launching Desa Migran Emas," kata Karding.

Karding menyampaikan, Desa Migran EMAS adalah bentuk gotong royong semua pihak, antara pemerintah, perangkat desa, dan masyarakat dalam memberikan layanan pelindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia. 

Layanannya mencakup penyediaan informasi, sosialisasi, literasi migrasi, pendampingan usaha, hingga edukasi agar tidak terjadi pemberangkatan secara ilegal.

Pihaknya mengajak semua pihak berkolaborasi, bersinergi, bergotong-royong untuk memastikan bahwa semua orang yang berangkat PMI itu wajib harus prosedural, punya skill, dan memiliki pengetahuan bahasa yang cukup, dan kesiapan lain sebagainya.

Melalui BP2MI, ia juga menekankan pentingnya desa sebagai ujung tombak dalam pengelolaan migrasi pekerja secara terstruktur dari hulu ke hilir.

"Ketika dikelola dengan baik, migrasi bisa menjadi sumber devisa dan peningkatan ekonomi bagi desa," jelasnya. 

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menerangkan, ada sebanyak lima desa yang dilaunching sebagai Desa Migran EMAS. Yakni Desa Campurejo dan Dalegan di Kecamatan Panceng, Desa Mentaras di Kecamatan Dukun, serta Desa Cangaan dan Ngemboh di Kecamatan Ujungpangkah.

Ia menyebut, kelima Desa Migran EMAS tersebut akan menjadi percontohan membangun ekosistem migrasi aman dan berkelanjutan di Kabupaten Gresik.

"Kita berharap dengan adanya Desa Migran EMAS ini calon PMI asal Gresik bisa menyiapkan SDM dengan skill dan telenta mumpuni untuk ke luar negeri," pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow