Mangkraknya Proyek APBD Disorot, Fasilitas SMPN 4 Batu Jadi Korban Tata Kelola

Mandeknya proyek di SMPN 4 menempatkan sekolah sebagai pihak yang paling terdampak, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kontrol ketat terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi publik. Ketika proyek pendidikan gagal selesai tepat waktu, bukan hanya aset yang tertunda namun kualitas layanan belajar ikut dipertaruhkan.

14 Feb 2026 - 18:32
Mangkraknya Proyek APBD Disorot, Fasilitas SMPN 4 Batu Jadi Korban Tata Kelola
Kondisi SMPN 4 Kota Batu yang mangkrak ditinggalkan kontraktor (Ist/DindikBatu/SJP)

KOTA BATU, SJP — Mandeknya pembangunan ruang guru dan ruang kepala sekolah di SMPN 4 Kota Batu bukan sekadar persoalan konstruksi terhenti. Kasus ini membuka pertanyaan soal pengawasan pelaksanaan proyek yang dibiayai APBD 2025 setelah kontraktor meninggalkan pekerjaan sejak September tahun lalu.

Kepala sekolah Henu Lismiyati pada Sabtu (14/2/2026) menguraikan struktur bangunan lama sudah terlanjur dibongkar, sementara progres fisik hanya menyisakan pondasi cakar ayam serta material yang ditinggalkan seperti geragal, besi, dan pasir.

“Proses belajar sedikit terganggu, terutama untuk praktik IPA. Laboratorium fisika dipakai untuk operasional tata usaha, sedangkan laboratorium biologi dipakai sebagai kelas,” ujarnya.

Kondisi tersebut menciptakan lingkungan sekolah yang tidak representatif dan memaksa aktivitas akademik beradaptasi dengan keterbatasan ruang terlebih dampaknya sudah terasa langsung terhadap operasional pendidikan.

Sedangkan untuk konsekuensi terhadap pelayanan internal sekolah di antaranya seperti para guru menempati ruang seadanya, bahkan sementara ini menggunakan ruang kelas. Ia juga memaparkan kondisi ini jelas tidak ideal, termasuk ketika harus menerima tamu atau menjalankan tugas administrasi.

Sementara itu. Kepala dinas, Alfi Nurhidayat menyampaikan bahwa langkah lanjutan masih menunggu audit dari Badan Pemeriksa Keuangan.

"Kalau hasil audit sudah keluar, kami akan konsultasikan ke pimpinan untuk menentukan langkah selanjutnya. Prinsipnya kami akan berupaya memberikan yang terbaik agar proses belajar mengajar tidak terganggu,” tandasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow