Madura Art Forum Perkenalkan Pelukis Madura ke Publik Surabaya lewat Tompengan Sekapeng Duwa

Pameran “Tompengan Sekapeng Duwa” di Galeri Prabangkara menampilkan 60 karya perupa Madura dari berbagai usia, memperkenalkan seni lukis Madura ke publik di luar pulau.

30 Sep 2025 - 20:17
Madura Art Forum Perkenalkan Pelukis Madura ke Publik Surabaya lewat Tompengan Sekapeng Duwa
Seorang ayah dan anak terpukau saat menikmati salah satu karya lukisan dalam pameran “Tompengan Sekapeng Duwa” di Galeri Prabangkara, Surabaya (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP — Madura dikenal luas dengan kekayaan seni tradisionalnya, mulai dari karapan sapi, batik Madura, hingga seni topeng dan musik tradisional. Namun, Madura ternyata juga memiliki seniman lukis yang tidak kalah kreatif, bahkan banyak dari mereka sudah mendunia.

Hal itu terbukti melalui pameran seni rupa tahunan bertajuk “Tompengan Sekapeng Duwa”, yang digelar di Galeri Prabangkara, Komplek Taman Budaya Jawa Timur. Pameran tersebut bertujuan memperkenalkan karya para pelukis Madura ke publik di luar pulau asal mereka.

Makna Pameran dan Keberagaman Peserta

Koordinator Madura Art Forum, Hendri R Sidik, menjelaskan bahwa "Tompengan" itu ibarat seperti Tumpengan dalam bahasa Jawa, yang artinya tidak hanya soal syukur, tapi juga soal berbagi.

"Pameran ini ibarat tumpengan kedua. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi wujud rasa syukur dan upaya menjaga kerukunan antar perupa Madura" ungkap Hendri, Selasa (30/9/2025).

Pameran menghadirkan 60 karya dari 45 perupa yang berasal dari empat kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Peserta berasal dari berbagai usia, mulai dari anak-anak taman kanak-kanak hingga perupa senior berusia 70 tahun.

"Tidak ada batasan dalam pameran ini. Para perupa bebas menampilkan karyanya sesuai gaya masing-masing. Justru keberagaman inilah yang membuat pameran terasa hidup," tambah Hendri.

Madura Art Forum kini memiliki sekitar 50 anggota, beberapa di antaranya bahkan telah menorehkan karya hingga ke Asia dan Eropa. Melalui pameran di luar Madura, mereka berharap eksistensi perupa Madura semakin dikenal luas.

"Kami ingin menunjukkan bahwa Madura juga memiliki potensi besar di bidang seni rupa. Harapannya, karya-karya perupa Madura bisa mendapat ruang lebih luas dan diapresiasi oleh masyarakat," pungkas Hendri.

Peran Taman Budaya

Mewakili Kepala UPT Taman Budaya Jatim, Bambang Dwi Sumanto, Kepala Seksi Dokumentasi dan Publikasi, menekankan pentingnya pameran Tompengan Sekapeng Duwa sebagai ruang ekspresi dan penguatan ekosistem seni rupa Jawa Timur.

"Pameran ini memberi kesempatan bagi seniman untuk menampilkan karya terbaiknya. Ini sinergi dengan komitmen pemerintah mengembangkan seni dan budaya, baik dari aktivitas berkesenian, peningkatan sarana-prasarana, maupun pengembangan sumber daya pelakunya," jelas Bambang.

Bambang menekankan pengembangan seni dan budaya melalui pameran juga dapat menguatkan karakter bangsa, jati diri, dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Pengembangan itu diharapkan bisa menguatkan basis pengelolaan seni dan budaya dalam rangka membangun karakter bangsa, menguatkan jati diri, dan yang lebih penting lagi meningkatkan perekonomian masyarakat dari pemanfaatan,” ujarnya.

Ia juga memuji semangat perupa Madura dalam menyelenggarakan pameran ini, baik sebagai komunitas maupun perseorangan.

"Dengan berkumpulnya beberapa komunitas, itu akan menguntungkan, karena disitu akan terjadi ruang diskusi antara seniman, pelukis, dan masyarakat pengunjung," tambah Bambang.

Seniman Madura di Era Digital

Lebih dari sekadar fasilitator, pemerintah juga mendorong seniman agar adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk kehadiran kecerdasan buatan (AI).

"Kemajuan teknologi tidak bisa ditolak. Seniman harus menyesuaikan diri agar tidak mundur. Justru AI bisa menjadi tantangan untuk melahirkan inovasi baru dalam seni rupa. Pemerintah punya kewajiban untuk mendukung proses adaptasi itu," tegas Bambang.

Bambang menekankan bahwa tradisi dan inovasi bisa berjalan beriringan, bahkan karya non-tradisi yang terus dikembangkan bisa menjadi tradisi baru.

"Suatu kesenian ada yang namanya tradisi dan ada yang pengembangan non-tradisi. Nah kurun waktu, sekian tahun yang saat itu dikatakan non-tradisi, karena kontinu dilakukan dan diamini bersama, itu akan menjadi tradisi," pesannya.

Pameran “Tompengan Sekapeng Duwa” menjadi bukti bahwa Madura tidak hanya kaya dengan seni tradisional, tetapi juga memiliki generasi pelukis yang kreatif dan siap menembus panggung seni nasional bahkan internasional, sambil terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow