Lokasi Bencana Longsor Wonosalam Jombang Ditutup, Korban Terdampak Dijanjikan Huntap
Korban terdampak diungsikan ke Balai Desa Sambirejo, sementara Pemerintah juga menjanjikan Hunian Tetap (Huntap) untu 2 KK terdampak.
JOMBANG, SJP - Usai misi pencarian korban tanah longsor di Dusun Banturejo, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, membuahkan hasil dengan ditemukannya korban terakhir, yakni Ducha Ismail, secara resmi misi evakuasi korban diakhiri.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang turut menyertai berakhirnya misi tersebut. Namun, proses penanganan pasca evakuasi tetap berlanjut.
Pelaksana harian (Plh) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa F. Dias Quintas sangat bersyukur atas keberhasilan mengevakuasi seluruh korban, yakni 2 korban yang tertimbun longsor.
Namun, pihaknya tetap memastikan kondisi di tempat kejadian bencana tanah longsor. Ia memastikan lokasi tidak untuk sementara dapat diakses oleh warga secara umum.
"Hasil koordinasi dengan kepolisian untuk lokasi di daerah tanah longsor kami police line dulu dan akan kita tutup," kata Wiku biasa disapa dalam pesan ditulis wartawan, Sabtu (25/1/2025).
Pilihan menutup lokasi dikarenakan kondisi tanah di sekitar area terdampak masih labil, curah hujan tinggi dan akses jalan dibiarkan terlebih dahulu. Hal ini agar masyarakat tidak melewati untuk menghindari terjadinya korban ketika dimungkinkan terjadi longsor kembali.
"Akses jalan tetap dibiarkan tetap seperti ini (rusak, red) nanti kita akan koordinasi, tugas kami dari BPBD dan tim gabungan fokus mencari korban," terangnya.
Menurut Wiku untuk warga terdampak tanah longsor dari koordinasi dengan pemerintah Desa, sudah ditampung di Kantor Desa dan juga kebutuhan sudah dicukupi oleh tim Tagana.
Melihat kondisi beberapa rumah sekitar lokasi terdampak tanah longsor. Dipastikan penghuninya tidak akan menempati kembali lokasi tersebut.
"Rumah di sekitar longsor sudah tidak berpenghuni karena kondisinya rawan. Mereka juga sudah dimasukkan daftar untuk direlokasi ke Hunian Tetap (Huntap)," ungkap Wiku.
Memang diakuinya, sebelum kejadian tanah longsor, warga sempat menolak untuk direlokasi. Setelah kejadian, Wiku memastikan jika warga terdampak sudah menginginkan pindah ke Huntap yang sudah disediakan.
Senada, Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo menyebut ada dua Kepala Keluarga (KK) yang terdampak tanah longsor tersebut. Mereka yang terdampak saat ini diungsikan sementara ke lokasi Balai Desa Sambirejo.
Sedangkan untuk penanganan selanjutnya, warga terdampak akan dimasukkan dalam bagian dari yang pindah ke Huntap. Bergabung dengan korban tanah gerak yang yang terjadi di Tahun 2024.
"Yang lalu 12 KK ditambah 2 KK jadi totalnya ada 14 KK," ucap Teguh Narutomo.
Walaupun sempat ada penolakan dari warga untuk direlokasi, pihaknya tetap menghormati dan tidak memaksakan pilihan warga. Namun, pihaknya tetap menginformasikan potensi bahaya yang sebelumnya sudah pernah kita prediksi.
"Kalau melihat struktur tanahnya potensi longsor tetap ada, untuk antisipasi akan tetap koordinasi dengan Basarnas Kabupaten maupun Provinsi," tandasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

