Ledakan di Pabrik Baja Sidoarjo Tewaskan Remaja, Diduga Dipicu Material Bekas

Ledakan di pabrik baja PT GWS Sidoarjo menewaskan seorang remaja dan melukai dua pekerja. Diduga dipicu material besi bekas saat proses pemotongan.

07 Apr 2026 - 11:00
Ledakan di Pabrik Baja Sidoarjo Tewaskan Remaja, Diduga Dipicu Material Bekas
Proses pemotongan material besi menggunakan alat pemotong di area industri, ilustrasi kejadian ledakan di pabrik baja Sidoarjo. (Tiktok/@arif)

SIDOARJO, SJP– Sebuah ledakan terjadi di area pabrik baja milik PT Great Wall Steel (GWS) yang berlokasi di Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (6/4/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Pihak manajemen melalui HRD, Heri Prastiyo, mengungkapkan bahwa ledakan diduga berasal dari material besi tua yang diterima dari pemasok. Hingga saat ini, asal-usul pasti material tersebut masih dalam proses penelusuran.

Material berbentuk tabung berukuran besar itu sebelumnya tidak dapat langsung dilebur, sehingga harus melalui proses pemotongan di area terbuka pabrik. Namun, saat proses pemotongan berlangsung, material tersebut tiba-tiba meledak tanpa tanda-tanda sebelumnya.

“Material yang tidak bisa dilebur harus dipotong terlebih dahulu. Saat proses pemotongan itulah terjadi ledakan,” jelas Heri.

Korban meninggal diketahui bernama Rio (17), yang diduga merupakan kenek sopir. Saat kejadian, korban berada sekitar 50 meter dari lokasi ledakan dan terkena serpihan material. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal dunia dalam perjalanan.

Sementara itu, dua pekerja yang berada di lokasi pemotongan, yaitu Prayono dan M. Zaenal Abidin (40), mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan medis. Salah satu korban dilaporkan dalam kondisi stabil, sedangkan lainnya hanya mengalami luka ringan.

Hasil analisis sementara dari pihak kepolisian, termasuk tim Gegana dan Inafis, memastikan bahwa ledakan tersebut bukan berasal dari bahan peledak militer seperti yang sempat beredar di media sosial. Tidak ditemukan kerusakan besar di sekitar lokasi kejadian.

Saat ini, pihak perusahaan bersama kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi jenis material yang memicu ledakan serta menelusuri asal-usulnya dari pihak pemasok.

Sumber: Beritasatu.com

Penulis: Febiana Dendo Ngara, Mahasiswa Magang Unitri

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow