Kuatkan Ikatan Orang Tua dan Anak, TK-KB Kusuma Gelar Peragaan Busana Bertajuk "Ayahku Pahlawanku"

Anak-anak meneriakkan komando “maju!” sambil berjalan di runway bersama ayah mereka, menjadikan panggung kecil itu jawaban atas minimnya kebersamaan keluarga di kota besar.

15 Nov 2025 - 20:57
Kuatkan Ikatan Orang Tua dan Anak, TK-KB Kusuma Gelar Peragaan Busana Bertajuk "Ayahku Pahlawanku"

SURABAYA, SJP - Sorak-sorai kecil memenuhi Taman Flora Surabaya. Anak-anak berseragam kostum pahlawan meneriakkan komando lucu seperti “maju!”, “siap!”, hingga “angkat pedang!” sambil menggandeng tangan ayah mereka yang tak kalah antusias. 

Para orang tua ikut tertawa, guru-guru menepuk tangan memberi semangat, dan suasana taman berubah menjadi panggung meriah penuh warna.

Di balik kegembiraan serta keriuhan itu, tersimpan pesan yang jauh lebih mendalam, yakni tentang pentingnya memperkuat kehadiran ayah di tengah kehidupan anak-anak, terutama di kota metropolitan seperti Surabaya, yang membuat waktu keluarga sering terkikis. 

Melalui acara peragaan busana bertema “Ayahku Pahlawanku”, TK-KB Kusuma RSU Dr. Soetomo Surabaya mencoba menghadirkan momen kebersamaan yang mulai langka untuk banyak keluarga metropolitan.

Merespons Isu Fatherlessness Lewat Panggung Kostum

Ketua Lembaga TK-KB Kusuma, Mira Kusumawardhani, mengatakan bahwa peringatan Hari Pahlawan dan Hari Ayah yang jatuh berdekatan di tanggal 10 dan 12 November, menjadi momentum ideal untuk mengangkat isu kehadiran ayah pada anak yang kian hari kian marak.

“Kami ingin menegaskan kembali pentingnya kehadiran ayah, apalagi sekarang banyak yang sibuk bekerja dan jarang punya waktu,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga mendukung kampanye Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengenai dampak fatherlessness yang bisa berpengaruh pada tumbuh kembang anak.

Fashion Show sebagai Media Kedekatan Ayah dan Anak

Peragaan Busana digelar dengan melibatkan seluruh murid dari jenjang KB, TKA, hingga TKB dengan total sekitar 33 siswa. Anak-anak tampil bersama ayah mereka dengan kostum pahlawan, sementara bagi yang ayahnya berhalangan, ibu menjadi pendamping pengganti.

“Alasan kita memilih kegiatan fashion show itu karena dari proses persiapan kostum hingga latihan pose itu pasti ada komunikasi antara anak dan orang tua, khususnya ayah di rumah. Itu bisa melatih mereka jadi kebih kompak dan dekat," jelas Mira.

Mira menambahkan bahwa dalam proses persiapan kostum, anak dan orang tua juga akan kembali melakukan aktivitas bersama, seperti membeli kostum bersama atau bahkan membuat kostum itu secara handmade bersama-sama yang menambah waktu kebersamaan mereka.

"Jadi dari kegiatan sederhana itulah akan muncul ruang dialog antara ayah dan anak, sekaligus membangun rasa percaya diri pada anak," tuturnya.

Lembaga Berkonsep Small Class dan Layanan Inklusi

Berbeda dengan banyak sekolah besar, TK-KB Kusuma sendiri menerapkan konsep small class dengan maksimal 15 anak per kelas. Hal itu disebut Mira penting, karena sekolah menampung beberapa anak berkebutuhan khusus yang memerlukan pendampingan intensif.

"Kami punya tiga terapis dan satu psikolog yang mendampingi tumbuh kembang anak inklusi," kata Mira.

Ia menambahkan bahwa anak inklusi wajib menjalani terapi minimal tiga bulan sebelum masuk sekolah agar mereka terbiasa dengan lingkungan baru dan mengurangi risiko tantrum di hari-hari pertama.

Mira menegaskan bahwa kegiatan seperti itu bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah.

"Kami ingin orang tua punya kesadaran lebih, karena pendidikan anak itu butuh kolaborasi, terutama peran ayah," ungkapnya.

Untuk itu, pihak sekolah juga membagikan lembar edukasi mengenai dampak kurangnya kehadiran ayah saat registrasi awal dalam acara Fashion Show di Taman Flora.

Ayah Adalah Pahlawan Masa Kini

Menutup kegiatan, Mira menyampaikan pesan khusus bagi para ayah bahwa menjadi pahlawan keluarga tidak harus heroik bak pahlawan kemerdekaan, melainkan cukup hadir, peduli, dan mendampingi anak dalam proses tumbuh kembang mereka.

"Pahlawan itu ya para ayah ini. Tetap semangat melindungi keluarga dan mendampingi anak," tuturnya.

Di panggung kecil Taman Flora, para ayah mungkin hanya berjalan beberapa langkah bersama anak mereka. Namun bagi anak-anak, langkah kecil itu adalah bukti bahwa pahlawan masih ada di rumah mereka sendiri. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow