Konfercab HMI Jombang ke-31: Alumni Dorong Kader Lebih Kritis dan Produktif
Momentum ini menjadi ajang konsolidasi organisasi untuk merumuskan arah gerak satu tahun ke depan, dengan dukungan penuh dari para alumni dan Korps Alumni HMI (KAHMI).
JOMBANG, SJP – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jombang resmi menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-31. Momentum ini menjadi ajang konsolidasi organisasi untuk merumuskan arah gerak satu tahun ke depan, dengan dukungan penuh dari para alumni dan Korps Alumni HMI (KAHMI).
Dalam suasana penuh keakraban, jajaran alumni memberikan pesan dan harapan besarnya bagi estafet kepemimpinan selanjutnya. Mewakili Koordinator KAHMI Jombang, Maulana Syahiduzzaman atau Gus Maman menyampaikan harapan agar HMI Cabang Jombang semakin solid dan maju.
"Kita alumni berharap Cabang bisa lebih eksis lagi, lebih produktif, dan menjadi rujukan para mahasiswa untuk berorganisasi," ujar Gus Maman kepada suarajatimpost.com, Sabtu (23/5/2026).
Tak hanya soal keorganisasian, para senior juga menyoroti pentingnya mempertajam daya kritis kader dalam merespons dinamika nasional maupun global. Menanggapi isu geopolitik yang beberapa waktu terakhir memantik aksi turun jalan, HMI Jombang digadang-gadang akan meningkatkan kualitas nalar gerakannya.
Menurut Bang Maman, tema besar yang diusung dalam periode mendatang adalah "Arah Baru HMI Jombang". Tema ini menitikberatkan pada revitalisasi nalar kritis di internal cabang.
"Peningkatan nalar kritis ini akan disemangati lagi di perkaderan cabang. Ke depan, dosisnya akan lebih kritis lagi," tegasnya saat dimintai komentar.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan alumni Medan Amrullah yang hadir menekankan bahwa kehadiran alumni dalam Konfercab bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk ikatan emosional dan tanggung jawab moral untuk memastikan HMI tetap berada di garda terdepan sebagai organisasi perjuangan.
Dengan rampungnya Konfercab ke-31 ini, diharapkan para pengurus baru mampu membawa HMI Jombang menjadi organisasi yang tidak hanya besar secara kuantitas, tetapi juga matang secara kualitas intelektual dan gerakan sosial kemasyarakatan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

