Komisi II DPR: Demo di Senayan Adalah Hak Rakyat, Asal Tak Anarkis

Komisi II DPR sebut aksi demo di depan Gedung DPR Senayan bagian dari hak masyarakat. Namun, kericuhan terjadi saat polisi memukul mundur massa dengan water cannon dan gas air mata.

25 Aug 2025 - 22:31
Komisi II DPR: Demo di Senayan Adalah Hak Rakyat, Asal Tak Anarkis
Aksi demo di depan gedung DPR, Jakarta, Senin 25 Agustus 2025 berlangsung ricuh setelah aparat polisi memukul mundur massa (Foto: Beritasatu.com/Taufik Hidayat)

JAKARTA, SJP – Gelombang massa kembali memadati depan Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Senin (25/8/2025). Aksi demonstrasi dari gabungan berbagai elemen masyarakat itu ditanggapi langsung oleh Wakil Ketua Komisi II DPR, Aria Bima, yang menilai unjuk rasa adalah bagian sah dari demokrasi.

“Enggak apa-apa, didemo enggak apa-apa itu biasa. Harus didemo kalau perlu,” kata Aria ke awak media di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/8/2025).

Menurutnya, rakyat memang berhak menyuarakan pendapat, termasuk terhadap kebijakan yang dibuat oleh DPR.

“Ya, itu hak masyarakat. Demo enggak apa-apa,” imbuhnya.

Namun, Aria menekankan pentingnya menjaga ketertiban. Aspirasi rakyat harus disampaikan dengan damai, tanpa tindakan anarkis yang justru merusak makna perjuangan.

“Aspirasi sebaik apa pun itu perlu didengar, tetapi jangan anarkis. Aspirasi itu adalah rakyat berbicara, tetapi ingat sebaik apapun aspirasi, kalau anarki menjadi enggak menarik,” tegas Aria.

Meski begitu, situasi di lapangan sempat memanas. Pantauan di lokasi menunjukkan kericuhan terjadi setelah aparat kepolisian memukul mundur massa yang datang dari arah Slipi. Sejumlah demonstran melemparkan batu, botol, dan benda lainnya ke arah petugas.

Bahkan, sebagian massa tampak merusak separator bus Transjakarta yang berada di jalurnya. Kondisi yang semakin tak terkendali membuat aparat mengerahkan water cannon dan menembakkan gas air mata ke arah kerumunan, memaksa massa mundur hingga berlarian ke persimpangan Slipi.

Aksi ini menegaskan kembali dua wajah demonstrasi di ibu kota: di satu sisi menjadi sarana rakyat menyampaikan suara, di sisi lain berpotensi ricuh jika tidak dikendalikan. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow