Kita Sambut Pahlawan Pembasmi Demam Berdarah

Setelah riset yang cukup panjang, nyamuk baik Wolbachia terbukti menurunkan angka kasus dan kematian akibat demam berdarah.

03 Dec 2023 - 10:30
Kita Sambut Pahlawan Pembasmi Demam Berdarah
Nyamuk sangat berbahaya, karena bisa menularkan virus deman berdarah (Foto : Kemkes RI)

DEMAM berdarah masih menjadi penyakit mematikan di dunia. Bahkan, jutaan kasus infeksi demam berdarah dengue terjadi di seluruh dunia setiap tahunnya. DBD paling sering terjadi di Asia Tenggara, pulau-pulau Pasifik barat, Amerika Latin dan Afrika. 

Apalagi memasuki musim penghujan, masyarakat harus tahu bagaimana cara terbaik untuk mencegah infeksi dengan menghindari gigitan nyamuk dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi populasi nyamuk.

Kabar baik juga, saat ini setelah riset yang cukup panjang, nyamuk baik Wolbachia terbukti menurunkan angka kasus dan kematian akibat demam berdarah.

Bahkan, di Yogyakarta, sejak dilepaskannya nyamuk baik Wolbachia angka kasus demam berdarah turun drastis tiap tahunnya.

Selain Indonesia, masih banyak lagi negara-negara lain yang menggunakan nyamuk baik Wolbachia untuk memberantas demam berdarah.

Dilansir dari laman resmi Kemkes RI, teknologi Wolbachia telah menjadi bagian integral dari Strategi Nasional Pengendalian Demam Berdarah di Indonesia, memasuki fase pelaksanaan di lima kota utama: Semarang, Jakarta Barat, Bandung, Kupang, dan Bontang. 

Inisiatif ini, diawali oleh Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1341 tentang Penyelenggaraan Pilot Project Implementasi Wolbachia sebagai Inovasi Penanggulangan Demam Berdarah, menandakan langkah maju dalam perang melawan penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Cara Kerja Wolbachia Dalam Melumpuhkan Virus Dengue

Wolbachia, bakteri yang dapat melumpuhkan virus dengue dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti, membuka potensi baru dalam pengendalian demam berdarah. 

Dengan mekanisme kawin silang, di mana nyamuk jantan ber-Wolbachia dapat memblok virus dengue pada nyamuk betina, dan sebaliknya, menghasilkan telur yang mengandung Wolbachia, penyebaran bakteri ini membawa implikasi positif dalam menekan penularan penyakit.

Pada uji coba sebelumnya di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul pada tahun 2022, lokasi yang telah diinokulasi Wolbachia mencapai penurunan kasus demam berdarah hingga 77 persen, dengan pengurangan proporsi dirawat di rumah sakit sebesar 86 persen.

Penerapan teknologi Wolbachia di Indonesia menggunakan metode "penggantian," di mana nyamuk jantan dan betina ber-Wolbachia dilepaskan ke populasi alami. Pendekatan ini memastikan bahwa keturunan nyamuk setempat juga mengandung Wolbachia, menciptakan efek perlindungan yang berkelanjutan.

Prof. Uut, seorang ahli di bidangnya, menyatakan bahwa Wolbachia tidak hanya memblok replikasi virus dengue dalam tubuh nyamuk, tetapi juga memberikan perlindungan berkelanjutan dari satu generasi nyamuk ke generasi berikutnya. 

Dampak positifnya terhadap pengurangan penyakit demam berdarah dan kebutuhan rawat inap membawa implikasi signifikan pada penghematan biaya dalam upaya pengendalian dengue di negara yang mengadopsinya.

Yuk wujudkan Indonesia bebas demam berdarah dengan nyamuk baik Wolbachia. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber : Kemkes RI

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow