Kiai Said Aqil ke UIN Malang, Ada Apa?

Kiai Said membawakan pesan kebangsaan yang dikemas dalam cerita. Satu ungkapan yang ia tekankan adalah hubbul waton minal iman, cinta tanah air sebagian dari iman. 

22 Sep 2025 - 21:43
Kiai Said Aqil ke UIN Malang, Ada Apa?
Kiai Said Aqil saat menghadiri acara Mubahatsah Ilmiah Ekosufisme, yang dihelat di gedung Rektorat UIN Malang, Senin (22/9/2025). (Foto : Redaksi/SJP)

MALANG, SJP - Mantan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Sirodj yang juga pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al Tsaqafah membakar semangat Nasionalisme seluruh civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, dalam acara Mubahatsah Ilmiah Ekosufisme, yang dihelat di gedung Rektorat UIN Malang, Senin (22/9/2025).

Dalam acara ini, Kiai Said disambut antusias oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Drs. H. Bisri, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Triyo Supriyanto, serta Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga Prof. Dr. H.M. Abdul Hamid.

Tak hanya itu, hadir pula Ketua L2PM Dr. Isroqunnajah, para kepala biro, hingga Direktur Pascasarjana. 

Kiai Said membawakan pesan kebangsaan yang dikemas dalam cerita. Satu ungkapan yang ia tekankan adalah hubbul waton minal iman, cinta tanah air sebagian dari iman. 

Baginya, nasionalisme bukan sekedar jargon, melainkan bagian dari iman yang harus ditanamkan dalam diri setiap Muslim.

"Jangan sampai Indonesia menjadi negara yang sekuler, negara yang memisahkan agama dari kehidupan bernegara," ucap Kiai Said.

Lebih lanjut, Kiai yang penuh kharismanya ini menekankan pentingnya menjaga nasionalisme dengan tidak menanggalkan nilai-nilai agama yang ada. 

Nasionailsme dipadankan dengan nilai agama justru akan semakin lengkap dan saling menguatkan. Ia pun menitipkan pesan khusus kepada jajaran pimpinan UIN Malang agar seris menyiapkan generasi intelektual muslim yang kokoh dan mampu bersaing dengan kemajuan zaman, tanpa meninggalkan akidah dan akhlak sesuai tuntunan agama.

"Carilah mahasiswa yang cerdas, kitab, tegakkan agar mereka faham matik (logika), ushul fiqh, ushul hadits, dan syariah. InsyaAllah output-nya akan menjadi ulama yang cerdas," pesannya tegas.

Mubahatsah Ekosufisme ini diharapkan menjadi sarana reflektif bagi semuanya untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi tantangan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. 

Bagi civitas akademika UIN Malang, kehadiran Kiai Said bukan hanya membawa ilmu, melainkan juga mengobarkan semangat kebangsaan dalam bingkai keislaman. (**)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow