Keren! Prevalensi Stunting Bondowoso Turun di Bawah Rata-Rata Jatim dan Nasional
Penurunan itu mencapai 5,8 persen, di mana pada tahun 2023 di angka 17 persen dan tahun 2024 menjadi 11,2 persen. Sedangkan untuk wasting turun menjadi 4,7 persen.
BONDOWOSO, SJP – Upaya Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam menurunkan angka prevalensi stunting dari tahun ke tahun terus dilakukan dengan berkolaborasi dan saling bersinergi dengan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Pada tahun 2023, angka prevalensi stunting di Kabupaten Bondowoso masih berada di angka 17 persen. Namun, dengan kerja sama seluruh stakeholder, angka tersebut turun drastis pada tahun 2024.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Anisatul Hamidah membenarkan capaian spektakuler tersebut. Dirinya menyebut angka prevalensi stunting Kabupaten Bondowoso berada di angka 11,2 persen.
“Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting dan wasting di Bondowoso berhasil menurun secara signifikan,” sebutnya saat dikonfirmasi suarajatimpost.com, pada Kamis (29/5/2025) malam.
Penurunan itu, kata perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinsos P3AKB ini, mencapai 5,8 persen, di mana pada tahun 2023 di angka 17 persen dan tahun 2024 menjadi 11,2 persen. Sedangkan untuk wasting turun menjadi 4,7 persen.
“Kami bersyukur, angka ini lebih baik dari rata-rata prevalensi Jawa Timur dan di bawah rata-rata nasional. Ini luar biasa,” sebutnya melalui WhatsApp.
Keberhasilan ini, kata Anisatul Hamidah, berkat kerja sama seluruh pihak. Oleh sebab itu dirinya memberikan apresiasi kepada semua yang terlibat.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam upaya perbaikan gizi dan kesehatan anak di Bondowoso,” tandasnya.
Sekadar informasi, wasting dan stunting adalah dua kondisi gizi buruk pada anak yang berbeda, meskipun keduanya berhubungan dan dapat terjadi bersamaan.
Wasting adalah kondisi saat anak memiliki berat badan rendah untuk tingginya, sedangkan stunting adalah kondisi saat anak memiliki tinggi badan rendah untuk usianya.
Keduanya disebabkan oleh kekurangan gizi, namun wasting terjadi karena kekurangan asupan gizi dalam jangka waktu yang singkat, sementara stunting terjadi karena kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

