Keren! Bondowoso Juara III PPA Award Provinsi Jatim Tahun 2025
Juara pertama PPA Award Provinsi Jatim tahun 2025 dimenangkan oleh Kota Surabaya, diikuti oleh Kabupaten Jember sebagai juara kedua dan Bondowoso juara ketiga. Juara harapan 1 diperoleh Kabupaten Lamongan dan Banyuwangi meraih juara harapan II.
BONDOWOSO, SJP – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menorehkan prestasi gemilang di tingkat Provinsi Jawa Timur, dengan predikat juara ketiga dalam Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak (PPA Award) tahun 2025.
Penghargaan prestisius tersebut diterima langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso Anisatul Hamidah, dalam puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 tahun 2025 di Dyandra Convention Center, Selasa (1/7/2025).
Secara rinci, juara pertama PPA Award Provinsi Jatim tahun 2025 dimenangkan oleh Kota Surabaya, diikuti oleh Kabupaten Jember sebagai juara kedua dan Bondowoso juara ketiga. Juara harapan 1 diperoleh Kabupaten Lamongan dan Banyuwangi meraih juara harapan II.
Diserahkan dalam Puncak Peringatan Harganas ke-32
Bukan tanpa alasan, PPA Awards Provinsi Jatim tahun 2025 diserahkan dalam momentum Harganas, karena peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang arti penting keluarga sebagai pondasi utama dalam menciptakan generasi yang sehat, berkualitas dan berdaya saing.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jatim, Tri Wahyu Liswati menerangkan pencegahan perkawinan anak merupakan salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga dan memastikan anak-anak mendapatkan haknya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan perkawinan anak di Jawa Timur dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan keluarga dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut dirinya menegaskan, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk menekan angka perkawinan anak melalui strategi pencegahan dan penanganan yang komprehensif dan terintegrasi.
“Berbagai upaya telah kita dilakukan, mulai dari peningkatan kesadaran masyarakat, penguatan melalui peningkatan kapasitas masyarakat. Namun, untuk memastikan efektivitas dan kesinambungan upaya tersebut, dibutuhkan sebuah mekanisme evaluasi dan apresiasi terhadap kinerja pencegahan dan penanganan perkawinan anak di tingkat daerah,” tegasnya.
PPA Award Provinsi Jawa Timur tahun 2025 ini pertama kalinya digelar. Tim penilai sebelumnya sudah melakukan beberapa tahap penilaian. Yang terakhir, penilaian tahap III, tim penilai sudah melakukan verifikasi kunjungan lapangan di 5 kabupaten/kota se Jawa Timur.
Apresiasi Bupati Bondowoso
Kabupaten Bondowoso, secara grafik dalam lima tahun terakhir terus berupaya menurunkan angka perkawinan anak dengan menerapkan sistem pemantauan berbasis real-time yang merekam permohonan dispensasi kawin, kasus kekerasan, serta indikator stunting.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid menjelaskan, berkat sistem ini, angka dispensasi kawin menurun tajam. Dari 1.045 kasus di tahun 2020 menjadi 219 kasus pada 2024.
“Bahkan hingga 18 Juni 2025, hanya tercatat 66 perkara, turun dari 104 kasus pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, prevalensi stunting juga menurun signifikan dari 37 persen menjadi 11 persen,” ungkapnya.
Orang nomor satu di Bumi Ki Ronggo ini juga menjelaskan, dukungan kolaboratif datang dari berbagai mitra strategis, seperti UNICEF Indonesia, LPA Jawa Timur, Pengadilan Agama, Kemenag, YGSI, perguruan tinggi, aparat penegak hukum, media, serta seluruh perangkat daerah.
“Kolaborasi ini menghasilkan advokasi, kampanye literasi publik, serta intervensi program yang menjangkau wilayah-wilayah terpencil sekalipun. Bahkan saat ini, empat desa piloting telah memiliki Peraturan Desa Perlindungan Anak, sebagai bentuk komitmen bersama dari tingkat desa untuk mencegah perkawinan anak,” jelasnya
Atas penghargaan yang diterima oleh Kabupaten Bondowoso yang digawangi oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB), bupati memberikan apresiasi yang sangat tinggi.
“Terima kasih atas dukungan seluruh stakeholder dan masyarakat dalam mendukung komitmen pencegahan dan penanganan perkawinan anak di Kabupaten Bondowoso,” kata Abdul Hamid Wahid.
Seperti diketahui, tim penilai Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak (PPA Award) Provinsi Jawa Timur tahun 2025, melakukan penilaian tahap III, yakni, verifikasi kunjungan lapangan,di Kabupaten Bondowoso, pada Kamis (18/6/2025).
Dalam kesempatan itu, tim penilai bertatap langsung dengan semua semua pihak yang bersentuhan dengan upaya pencegahan dan penangnan perkawinan anak, di Pendopo Raden Bagus Assra.
Tim penilai dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur, disambut langsung oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i, Pj Sekda, serta seluruh stakeholder terkait. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

