Keluhan Polusi PT PON Membuat Mata Warga Lumpur Gresik Perih
Sejumlah warga sekitar PT Petro Oxo Nusantara (PON) memasang baner keluhan pengangguran dan limbah berupa polusi udara. Mereka menuntut pembukaan peluang pekerja lokal karena merasa paling terdampak di wilayah ring satu.
GRESIK, SJP — Di tengah tuntutan pembukaan peluang tenaga kerja lokal, masyarakat Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, mengeluhkan limbah polusi udara yang diduga timbul dari PT Petro Oxo Nusantara (PON).
Bertahun-tahun pabrik itu berdiri, warga sekitar yang terdampak polusi tak pernah mendapat penanganan serius.
Salah seorang warga Kelurahan Lumpur, Muhammad Fahim (57), meyakini bahwa polusi yang sering dirasakan itu timbul dari aktivitas pabrik yang bergerak dalam usaha migas itu.
"Limbah PT PON berupa asap yang membuat perih di mata. Mungkin itu karena perusahaan bergerak di bidang migas," kata pria yang akrab disapa Wak Fahim itu, Kamis (5/6/2025).
Dibandingkan beberapa perusahaan lainnya yang ada di sekitar Kelurahan Lumpur, Fahim menyebut PT PON tidak ada upaya pencegahan atau penanganan serius.
Ia yang bertempat tinggal paling berdekatan jarak 100 meter dengan produksi pabrik bidang migas itu merasa paling terdampak.
Lanjut dia, polusi tersebut seringkali dirasakan warga saat musim hujan seperti beberapa bulan terakhir.
"Biasanya kalau ada keluhan pabrik lain langsung ditanggapi, tetapi kalau PT PON selama ini saya belum tahu PT PON tidak ada yang bisa dihubungi," jelasnya.
Meski terdampak polusi, masyarakat Kelurahan Lumpur setempat mengaku cuek dan ngomel-ngomel semaunya sendiri.
"Masyarakat sendiri sadar, bahwa berdekatan dengan pabrik pasti akan terdampak polusi. Cuma kita berfikir positif menunggu itikad bain dari pihak terkait," tambahnya.
Sebagai warga asli Kelurahan Lumpur, PT PON dinilai tidak pernah memberikan bantuan atau Corporate Social Responsibility (CSR) ke warga sekitar.
"Yang sering memberikan bantuan pabrik sekitar seperti Petrokimia Gresik," pungkasnya.
Sementara itu, sebelumnya masyarakat Lumpur Gresik mengungkapkan kekecewaan akan respon anggota legislatif yang tidak membela warganya.
Alih-alih sebagai wakil rakyat, anggota legislatif DPRD Kabupaten Gresik terkesan berpihak sebelah mendukung perusahaan PT Petro Oxo Nusantara (PON) yang tengah berkonflik dengan warga.
PT PON juga enggan dikonfirmasi terkait polusi yang dirasakan warga Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik. Pabrik yang resmi didirikan sejak tahun 1996 itu memilih bungkam. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

