Jenazah PMI Asal Jember Dimakamkan

Sub Koordinator Divisi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Disnaker Jember, Rida Herawati mengatakan untuk proses pemulangan jenazah adalah koordinasi bersama antara lembaga terkait.

05 Feb 2024 - 01:45
Jenazah PMI Asal Jember Dimakamkan
Jenazah Korban Pembunuhan di Malaysia Akhirnya Sampai dirumah duka di Jember.(Ulum/SJP)

Kabupaten Jember, SJP- Jenazah Windri Nur Fadila (18) TKW asal Desa Jenggawah, Kecamatan Jenggawah, Jember yang dDiduga menjadi korban pembunuhan di Malaysia, Senin (29/1/2024) lalu akhirnya tiba dirumah duka.

Menurut informasi, jika kejadian tragis itu, terduga pelaku pembunuh perempuan dengan luka gorok di leher itu sudah berhasil ditemukan oleh Kepolisian di Negari Jiran itu.

Namun saat proses penangkapan yang dilakukan polisi, terduga pelaku pembunuh yang belakangan diketahui masih tetangga desa dengan korban tewas ditembak oleh polisi Malaysia, karena saat akan ditangkap berusaha melawan polisi.

Terduga pelaku diketahui bernama Moh. Jamroji (21) asal Desa Jatisari, Kecamatan Jenggawah, Jember.

Terkait proses pemulangan jenazah, jasad korban Windri Nur Fadila akhirnya dapat dipulangkan ke Indonesia sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (4/2/2024), jasad korban sudah sampai di rumah duka.

Dari proses pemulangan jenazah korban itu, lanjutnya, tidak ada kendala dan korban pun langsung dimakamkan dengan layak di pemakaman umum desa setempat.

"Saya mewakili pihak keluarga, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama pemerintah. Karena pemulangan jenazah dari Malaysia sampai sini (Jember) dapat terlaksana. Korban langsung dimakamkan dan tidak ada kendala," kata Ninik keluarga korban pembunuhan.

Dari kejadian yang dialami keponakannya itu, kembali Ninik menegaskan, pihak keluarga korban menyerahkan penyelesaian dan penanganan kasus dugaan pembunuhan kepada pihak yang berwenang.

"Dari kejadian ini, kami pihak keluarga berusaha ikhlas. Apalagi keduanya sudah sama-sama meninggal, kami juga tidak tahu ada apa atau persoalan apa. Paling utama jenazah sudah sampai di Jember, bisa dimakamkan dengan layak dan seluruh keluarga bisa melihat jenazah korban secara langsung," ujarnya.

"Kami juga bersyukur. Misal disuruh bayar (untuk biaya pemulangan) tentu kita juga tidak mampu, wong kita bukan orang berpunya. Pihak keluarga berusaha menerima ikhlas, kami serahkan kepada pihak berwenang. Di sini sudah meninggal, di sana juga sudah meninggal ya mau bagaimana lagi? Pasrah dan ikhlas kita. Mau nuntut apa yang dituntut. Mungkin sudah jalannya dari sana seperti itu," imbuhnya.

Terpisah Sub Koordinator Divisi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Disnaker Jember, Rida Herawati mengatakan untuk proses pemulangan jenazah adalah koordinasi bersama antara lembaga terkait.

"Proses pengiriman jenazah difasilitasi oleh BP3MI Surabaya, Jawa Timur. Sempat tadi ada kendala, yang mestinya sampai di Juanda pukul 09.00 WIB, karena ada delay sampainya pukul 10.00 WIB. Kemudian proses di kargo sekitar 1-2 jam, langsung di kirim ke Jember. Sampai di rumah duka sekitar pukul 3 sore," kata Rida saat dikonfirmasi wartawan Suarajatimpost, Senin (5/2/2024).(*)

editor: Tri Sukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow