Jembatan Gondang Tulungagung Dibongkar Total, Akses Ditutup 7 Bulan Mulai 25 Mei 2026
Satlantas Polres Tulungagung mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalur Tulungagung-Trenggalek, agar menyesuaikan rute perjalanan selama proyek berlangsung. Petugas juga akan melakukan survei lanjutan untuk memastikan efektivitas rekayasa lalu lintas sebelum penutupan total diterapkan secara resmi pada akhir Mei mendatang.
TULUNGAGUNG, SJP - Jembatan Gondang I di jalur nasional penghubung Tulungagung-Trenggalek akan dibongkar total dan diganti dengan konstruksi baru. Selama proses pengerjaan, akses lalu lintas di lokasi jembatan dengan panjang 22 meter tersebut, akan ditutup total selama sekitar tujuh bulan dan kendaraan dialihkan ke sejumlah jalur alternatif.
Proyek penggantian jembatan yang berada di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Tulungagung tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali.
Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut masuk dalam paket Penggantian Jembatan Gondang I dan Kaliombo dengan nomor kontrak HK 0201/S/Bbpjn5.8.1/2026/0463 tertanggal 16 April 2026.
Nilai kontrak proyek mencapai Rp15.963.493.194 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Proyek dikerjakan oleh PT Permata Alam Sakti dengan waktu pelaksanaan 240 hari kalender.
KBO Satlantas Polres Tulungagung Iptu Zainudin mengatakan, rencana penutupan dan rekayasa lalu lintas masih dalam tahap koordinasi awal bersama Forum Lalu Lintas Tulungagung dan pihak pelaksana proyek.
“Dalam bulan Mei ini sampai dengan Desember akan dilaksanakan penggantian jembatan. Penggantian dalam arti pembangunan ulang yang sifatnya total. Jembatan Gondang I yang berada di Jalan Raya Gondang,” ujar Iptu Zainudin, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, penutupan total dilakukan karena kondisi kerusakan jembatan cukup parah, terutama pada bagian kaki jembatan, sehingga pembangunan tidak memungkinkan dilakukan secara bertahap dengan sistem buka tutup satu sisi.
“Pembangunannya ini tidak bisa satu sisi, yang lain digunakan, enggak bisa. Karena kerusakannya cukup parah di bagian kaki jembatan,” katanya.
Zainudin menjelaskan, penutupan total Jembatan Gondang I direncanakan mulai 25 Mei 2026. Setelah penutupan dilakukan, pengerjaan fisik langsung dimulai.
“Penutupan direncanakan tanggal 25 Mei ini. Jadi penutupan mulai tanggal itu, otomatis disambung pengerjaan,” jelasnya.
Berdasarkan timeline proyek, pekerjaan ditargetkan selesai pada 30 November 2026. Namun masih ada masa sterilisasi hingga 11 Desember 2026 sebelum jembatan dapat difungsikan kembali secara penuh.
Terkait penutupan jalur tersebut, Satlantas Polres Tulungagung telah menyiapkan rekayasa arus kendaraan. Bagi kendaraan bertonase besar, kendaraan roda enam atau kendaraan bertonase tinggi dari arah Trenggalek akan dialihkan mulai Simpang Tiga Durenan ke arah selatan menuju Simpang Tiga Bandung, kemudian melewati jalur Pakel, Campurdarat, Boyolangu hingga Simpang Empat Tamanan.
Dari titik tersebut kendaraan diarahkan menuju Simpang Empat Jepun yang terhubung ke arah Kediri maupun Blitar.
“Itu yang dari arah Trenggalek untuk tonase besar,” terang Zainudin.
Sementara itu, kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat kecil dari arah Trenggalek diarahkan melewati jalur alternatif yang lebih dekat. Pengendara dapat melalui Simpang Tiga Malasan menuju Simpang Empat Gempolan, kemudian ke arah utara menuju perempatan Cabe hingga Simpang Tiga Jetaan timur Polsek Kalangbret.
Selain itu tersedia opsi jalur lain melalui Pasar Gondang maupun jalur Kecamatan Gondang yang nantinya tetap bermuara di kawasan perempatan Cabe dan Simpang Tiga Jetaan.
Untuk kendaraan besar dari arah Kediri dan Blitar menuju Trenggalek, pengalihan arus dimulai dari Simpang Tiga Ngujang. Kendaraan diarahkan ke selatan dan bergabung dengan arus dari Blitar di kawasan Simpang Empat Jepun.
Selanjutnya kendaraan diarahkan menuju Simpang Empat Tamanan, kemudian melewati Boyolangu, Campurdarat, Pakel hingga Simpang Tiga Bandung dan Durenan, Trenggalek.
“Roda enam ke atas atau tonase tinggi kita alihkan semua di Simpang Empat Tamanan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, kendaraan besar dari arah Karangrejo tidak diperbolehkan melewati jalur sempit menuju kawasan selatan seperti Cuiri dan Jetaan guna menghindari kemacetan dan gangguan lalu lintas.
Satlantas Polres Tulungagung mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalur Tulungagung-Trenggalek, agar menyesuaikan rute perjalanan selama proyek berlangsung.
Petugas juga akan melakukan survei lanjutan untuk memastikan efektivitas rekayasa lalu lintas sebelum penutupan total diterapkan secara resmi pada akhir Mei mendatang. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

