Janur Kuning Belum Melengkung, Kader Muda Golkar Siap Rebut Peluang di Pilkada Bondowoso

Ibarat janur kuning belum melengkung, semua masih berpeluang maju dalam Pilkada Bondowoso. Akankah Golkar bergabung dengan Koalisi 'Bismillah', atau bakal ada koalisi besar antara Golkar, PPP dan PDI Perjuangan?

07 Jun 2024 - 14:15
Janur Kuning Belum Melengkung, Kader Muda Golkar Siap Rebut Peluang di Pilkada Bondowoso
Kukuh Rahardjo Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Bondowoso saat dikonfirmasi peluang dirinya untuk maju di Pilkada 2024 (Foto : Rizqi/SJP)

Kabupaten Bondowoso, SJP - Atmosfer Pilkada Bondowoso yang bakal serentak dilaksanakan pada 27 November 2024 mendatang, masih dingin dan terbilang biasa saja.

Pasalnya, sampai detik ini belum ada partai politik yang secara gamblang mendeklarasikan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati yang akan berkontestasi di Pilkada nanti.

Padahal, diketahui sebelumnya PKB dengan 16 kursi di DPRD Bondowoso, telah mengusung pasangan calon, yakni KH Abdul Hamid Wahid dan H Tohari atau yang berjargon (Ratoh). 

Namun, partai dengan kursi terbanyak di legislatif ini, belum mendeklarasikan diri. Hal itu dipersepsikan karena pasangan bakal calon "Ratoh' ini belum mendapatkan rekomendasi dari DPP PKB.

Begitupun Koalisi 'Bismillah' yang terdiri dari Partai Gerindra (4 kursi), Demokrat (3 kursi) dan PKS (2 kursi), baru-baru ini telah menentukan pilihan kepada Pj Bupati Bondowoso, Bambang Soekwanto untuk maju sebagai bakal calon bupati di Pilkada 2024 nanti.

Kendati demikian, Koalisi 'Bismillah' ini masih belum mendeklarasikan diri secara resmi untuk mengusung Bambang Soekwanto. Sampai detik ini, dukungan hanya diberikan oleh masing - masing partai yang tergabung dalam Koalisi 'Bismillah'.

Di sisi lain, saat ini PDI Perjuangan hanya membuka pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati saja. Bahkan, sampai detik ini partai dengan jumlah 5 kursi di DPRD ini, masih belum menentukan sikap.

Bahkan, partai berlambang kepala banteng moncong putih ini, belum memberikan sinyal untuk berkoalisi dan menasbihkan siapa calonnya dalam Pilkada nanti. 

Begitu juga dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan jumlah 7 kursi di DPRD, nampaknya harus berkoalisi dengan partai lain, mengingat kuota kursi (9 kursi, red) di parlemen belum mencukupi.

Meskipun telah menasbihkan diri untuk mencalonkan KH Salwa Arifin dalam Pilkada nanti, tentunya koalisi partai menjadi syarat wajib agar mantan Bupati Bondowoso itu, bisa diusung kembali sebagai bakal calon bupati pada Pilkada nanti.

Sementara itu, di tubuh Partai Golongan Karya (Golkar) sampai saat ini masih saling berebut rekomendasikan dari DPP. Meskipun surat perintah dari DPP sudah turun kepada Ady Kriesna sebagai bakal calon bupati Bondowoso.

Ibarat janur kuning belum melengkung, keputusan DPP tentang sosok yang bakal direkomendasi untuk maju dalam Pilkada Bondowoso, belum final dan masih terbuka bagi siapa saja.

Nampaknya, kontestasi untuk merebut rekomendasi dari DPP, ditunjukkan oleh para kader muda Partai Golkar, yakni Ady Kriesna, Ketua DPD Golkar dan Kukuh Rahardjo, Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Bondowoso.

Partai yang memperoleh 7 kursi di DPRD Bondowoso ini, tengah diisukan telah berkomunikasi dengan salah satu sosok yang akan maju dalam Pilkada, yakni Fauzi Cahyo Purnomo.

Hal itu dibenarkan oleh Sekretaris DPD Partai Golkar Bondowoso, Kukuh Rahardjo. Menurutnya, Fauzi Cahyo Purnomo telah berkomunikasi dengan Ketua DPP Partai Golkar, Ady Kriesna.

"Sebenarnya komunikasi ini dengan Ketua. Tetapi, secara umum Partai Golkar terbuka untuk berkomunikasi dengan siapa saja dan sudah berkomunikasi dengan beberapa pihak," katanya saat dikonfirmasi pada Jumat (7/6/2024).

"Artinya, komunikasi tetap dibangun dan sampai saat ini belum ada keputusan yang final. Kalau surat perintah (sprint) untuk melakukan komunikasi dan lobi - lobi serta menggalang koalisi ada di tangan ketua partai, yakni Ady Kriesna," imbuh Kukuh saat dikonfirmasi di aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Partai Golkar juga tidak membuka pendaftaran atau penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati. Meskipun, pada awalnya ada dua nama yang masuk dalam kandidat calon, yakni Ady Kriesna dan Kukuh Rahardjo.

"Kita, jauh sebelumnya, waktu Pileg kemarin melakukan penjaringan internal. Kemudian di bulan April 2024 mengerucut kepada satu nama. Dan sampai saat ini tidak ada calon selain nama yang ada di Sprint dari DPP," ungkap Kukuh yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi 4 DPRD Bondowoso.

Namun, sampai detik ini Sprint dari DPP Golkar masih belum menjadi sebuah rekomendasi. Sehingga, ibarat janur kuning belum melengkung, siapa saja bisa berkontestasi demi mendapatkan rekomendasi dari DPP untuk maju di Pilkada Bondowoso nanti.

"Kita di Golkar ini, tidak berdasarkan hanya pandangan dari beberapa tokoh saja. Tapi berdasarkan survei. Golkar ini menggunakan politik rasional. Kita lihat survei, apakah kader kita benar-benar layak, siap dan sudah mendapatkan pasangan, itu semua menjadi bingkai politik rasional," ungkapnya.

Sayangnya, sampai saat ini berdasarkan pandangan tokoh dan survei yang dilakukan internal partai, masih belum mengerucut pada satu nama yang pantas, layak, siap dan mampu meraih kemenangan dalam Pilkada di Bumi Ki Ronggo ini.

"Kita ada survei yang tidak dibuka untuk umum, yang akan dievaluasi oleh DPP. Nanti, hasilnya akan diinformasikan kepada DPD," ujar Ketua DPD KNPI Bondowoso ini kepada sejumlah awak media.

Perihal dirinya menjadi rebutan sebagai bakal calon wakil bupati Bondowoso, pria yang hobi bermain bulutangkis ini dengan tegas mengatakan tidak. Baginya, semua Kader Golkar berhak berkontestasi dalam politik apalagi di Pilkada Bondowoso nanti 

"Di partai Golkar, Alhamdulillah punya kader yang tidak ditutup peluangnya untuk berkarir di politik. Maka peluang itu dibuka lebar-lebar. Senyampang rekomendasi itu belum turun, semua berpeluang," jelasnya.

"Tetapi, secara struktural karena rekomendasinya belum keluar, semua mengerucut kepada satu nama yang ada di dalam Sprint. Tetapi, sebelum Sprint itu dirubah menjadi rekomendasi, semua kader berpeluang," tambahnya.

Kukuh Rahardjo sampai detik ini tetap membuka diri dan berkomunikasi dengan tokoh partai, dan petinggi berbagai partai di Bondowoso. Sehingga, jika rekomendasi dari DPP Golkar turun kepada dirinya, secara lahir batin dirinya siap maju.

"Saya sebagai Kader Partai Golkar selalu berkomunikasi dengan semua partai. Peluang-peluang itu ada. Tapi semua yang menentukan adalah mekanisme partai. Survei dan evaluasi terus berjalan. Hasilnya, nanti kita ikuti relnya," tandasnya.

Hingga saat ini, menurutnya, semua partai selain PKB yang telah menentukan bakal calon bupati dan wakil bupati Bondowoso, semuanya masih berpeluang untuk meminang siapa bakal calon bupati dan wakil bupatinya, sampai nanti saat pendaftaran di KPU Bondowoso.

"Sekarang, semisal Golkar mengusulkan seseorang, tapi belum mendapatkan pasangan dan koalisi, kan tidak mungkin bisa berangkat. Sebelum janur kuning melengkung, tentu belum ada kepastian. Jadi sebelum mendaftar ke KPU, itu semua masih belum final," pungkasnya. (*)

Editor: Tri Sukma 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow