Inovasi Kurban yang Peduli Lingkungan di Mojoroto Kediri, Seperti Apa?

Warga mereduksi penggunaan kantong plastik sekali pakai saat membungkus daging kurban, dan beralih menggunakan daun jati yang dimasukkan ke dalam besek berbahan bambu.

08 Jun 2025 - 19:35
Inovasi Kurban yang Peduli Lingkungan di Mojoroto Kediri, Seperti Apa?
Warga Mojoroto, Kota Kediri menggunakan daun jati dan besek untuk membungkus daging kurban. Momentum Iduladha dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam penggunaan plastik. (Foto: beritasatu.com)

KEDIRI, SJP – Dalam merayakan Iduladha, warga Kelurahan Bujel di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan cara yang unik. Alih-alih menggunakan kantong plastik sekali pakai, mereka membungkus daging kurban menggunakan daun jati yang kemudian dimasukkan ke dalam besek berbahan bambu.

Kebiasaan ini bukan hal baru bagi warga setempat, melainkan sudah menjadi tradisi tahunan yang dilestarikan oleh panitia kurban. Selain ramah lingkungan, penggunaan daun jati dipercaya membantu menjaga kesegaran dan aroma daging, sekaligus lebih menyehatkan.

“Sudah sejak lama kami memilih cara ini. Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam penggunaan plastik, khususnya saat momen Iduladha,” tutur Miftah Dwi Putri, salah satu panitia, pada Sabtu (7/6/2025).

Miftah menambahkan, daun jati mudah ditemukan di sekitar wilayah mereka, sehingga lebih ekonomis. Sementara itu, penggunaan besek bambu memberikan sentuhan tradisional sekaligus memperkuat nilai-nilai lokal yang mereka junjung.

Setelah dibungkus, daging kurban dibagikan kepada warga sekitar. Tahun ini, panitia menyembelih satu ekor sapi dan mendistribusikan daging kepada sekitar 300 penerima manfaat. Salah satu warga, Luluk Puji Rahayu, menyambut positif inisiatif tersebut. “Dagingnya lebih tahan lama dan baunya lebih alami. Kita juga merasa ikut berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.

Inisiatif ini menjadi contoh konkret bahwa pelaksanaan ibadah dapat berjalan seiring dengan komitmen menjaga lingkungan. Warga berharap tradisi ini dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain di berbagai daerah. (**)

Sumber : beritasatu.com

Editor : Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow