Efisiensi Anggaran Ubah Peta Pembangunan Alun-alun Kepanjen ke Kawasan Stadion Kanjuruhan
Pemkab Malang menggeser rencana pembangunan Alun-alun Kepanjen ke kawasan Stadion Kanjuruhan dengan pertimbangan efisiensi anggaran dan pengembangan ruang publik.
MALANG, SJP — Pemerintah Kabupaten Malang mengubah rencana lokasi pembangunan Alun-alun Kepanjen. Jika sebelumnya diproyeksikan berada di sekitar depan Pendopo Panji Kepanjen, kini pembangunan diarahkan ke kawasan belakang Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen.
Perubahan lokasi tersebut mengemuka saat Bupati Malang Sanusi meninjau langsung area rencana pembangunan bersama jajaran DPRD dan perangkat daerah, Kamis (7/5/2026).
Pemkab Malang menilai kawasan Stadion Kanjuruhan lebih memungkinkan untuk dikembangkan sebagai ruang publik baru karena memiliki ketersediaan lahan yang lebih luas dan dinilai lebih efisien dari sisi pembiayaan.
“Dengan melihat efisiensi saat ini, dan atas persetujuan DPRD Kabupaten Malang, serta anggaran yang dibutuhkan tidak terlalu membengkak maka diputuskan di sekitaran Stadion Kanjuruhan,” ujar Sanusi.
Selain faktor efisiensi anggaran, pembangunan alun-alun juga disebut menjadi kebutuhan masyarakat Kepanjen sebagai ibu kota Kabupaten Malang yang hingga kini belum memiliki ruang publik representatif.
Dalam skema pembiayaannya, Pemkab Malang menyiapkan dua alternatif pendanaan. Pertama melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang, dan kedua melalui skema pembiayaan bersama Bank Jatim dengan memanfaatkan dividen saham milik Pemkab Malang.
“Alternatif pertama adalah pembiayaan melalui APBD Kabupaten Malang. Alternatif kedua menggunakan skema pembiayaan melalui Bank Jatim sebagai opsi pendanaan di luar kas daerah dengan menggunakan deviden saham Pemkab Malang di Bank Jatim,” jelasnya.
Tak hanya difungsikan sebagai ruang terbuka publik, kawasan alun-alun juga dirancang menjadi pusat promosi produk unggulan daerah. Pemkab Malang berencana membangun gerai UMKM dari 33 kecamatan di sisi timur kawasan alun-alun.
“Di sisi timur nantinya akan ada gerai UMKM 33 kecamatan yang menjual produk unggulan tiap-tiap kecamatan,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

