Meski Ada Palmera, Pengeroyokan Brutal di Nganjuk Tetap Terjadi, Ini Penjelasan Polisi
Polres Nganjuk menjelaskan penyebab pengeroyokan maut yang menewaskan satu orang meski program Palmera telah berjalan. Polisi mengungkap pelaku memanfaatkan celah pengamanan dini hari dan kini memburu pelaku lain yang terlibat.
NGANJUK, SJP – Kasus pengeroyokan brutal yang mengakibatkan seorang korban meninggal dunia di wilayah hukum Polres Nganjuk menuai pertanyaan dari publik. Pasalnya, Polres Nganjuk sebelumnya telah membentuk program Palmera (Pendekar Anjuk Ladang Melindungi Rakyat) sebuah paguyuban yang dirancang khusus untuk meredam gesekan dan menjaga kerukunan antar-kelompok pemuda di Nganjuk.
Menanggapi mengapa insiden berdarah ini masih bisa kebobolan, Wakapolres Nganjuk Kompol Didid Wahyu Agustyawan dalam konferensi persnya memberikan penjelasan mendalam terkait situasi di lapangan saat malam kejadian.
Kompol Didid menegaskan, esensi dari pembentukan paguyuban atau upaya preventif lainnya adalah untuk membangun kesadaran bersama. Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) tidak bisa dibebankan kepada aparat kepolisian semata, melainkan menjadi kewajiban seluruh elemen masyarakat Nganjuk.
"Pada dasarnya, Harkamtibmas adalah kewajiban kita bersama untuk menjaga. Kewajiban kita untuk menjaga Harkamtibmas seluruh masyarakat Nganjuk," ujar Wakapolres Nganjuk. Kamis (25/6/2026)
Wakapolres mengklarifikasi bahwa pihak kepolisian sama sekali tidak mengendurkan pengamanan. Pada malam terjadinya peristiwa tersebut, Polres Nganjuk telah menerjunkan dan melibatkan seluruh personel untuk melakukan penjagaan di berbagai titik. Namun, para pelaku memanfaatkan situasi kritis selepas tengah malam di mana aktivitas masyarakat mulai lengang dan pengawasan memiliki celah alami.
Wakapolres mengakui bahwa karakteristik waktu dini hari tersebut memberikan ruang bagi para pelaku untuk bergerak di luar jangkauan titik pantau petugas. Para pelaku memanfaatkan celah-celah jalanan yang luput dari pengamanan ketat untuk melancarkan aksi spontan mereka.
Menyikapi celah yang dimanfaatkan oleh kelompok pemuda tersebut, Polres Nganjuk akan melakukan evaluasi terhadap pola patroli lapangan. Selain itu, kepolisian meminta komitmen dari para orang tua untuk mendukung gerakan Palmera ini dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.
"Orang kami minta memperketat pengawasan agar anak-anak mereka sudah berada di rumah sebelum pukul 22.00 WIB guna meminimalisasi risiko gesekan di jalanan pada jam-jam rawan," ujarnya.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca mengatakan, pihaknya terus melakukan pengembangan di lapangan. Petugas tengah memburu orang-orang lain yang diduga kuat turut serta atau terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Seluruh tersangka yang sejauh ini telah diamankan dipastikan merupakan warga Kabupaten Nganjuk yang berasal dari beberapa desa berbeda.
Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para tersangka, kata Sukaca, peristiwa tersebut bermula saat kelompok pelaku sedang berkumpul di suatu tempat pada malam hari. Berdasarkan keterangan awal, aksi kekerasan ini dipicu oleh rasa terganggu.
Para tersangka merasa terusik ketika ada sekelompok orang lain yang melintas di dekat mereka menggunakan sepeda motor secara ugal-ugalan sembari menyalakan kembang api. Terprovokasi oleh aksi tersebut, para pelaku kemudian melakukan penyerangan.
Sukaca mengklarifikasi bahwa para pelaku tidak menyiapkan senjata tajam maupun alat pemukul khusus seperti tongkat dari rumah. Alat-alat yang digunakan dalam aksi kekerasan tersebut ditemukan spontan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya, batu bata yang digunakan untuk melempar dan memukul salah satunya beberapa sabuk (ikat pinggang).
Sementara itu, terkait bukti digital, pihak kepolisian saat ini masih melakukan analisis mendalam terhadap rekaman CCTV di sekitar lokasi. Rekaman tersebut juga telah ditunjukkan kepada para pelaku anak yang sudah diamankan.
"Kami berupaya, dari hasil analisis CCTV ini akan memperkuat petunjuk untuk menjaring terduga pelaku lainnya yang belum tertangkap. Adapun untuk korban lain yang selamat, saat ini diketahui masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit," kata AKP Sukaca. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

