Bantah Klaim Kuasa Hukum, Keamanan Pabrik di Jombang Tegaskan Pelaku Pemukulan Bukan Karyawan

Para pelaku yang diduga kuat berada di bawah pengaruh minuman beralkohol langsung tersulut emosi. Mereka bertindak arogan hingga melakukan aksi pemukulan terhadap pekerja pabrik.

26 Jun 2026 - 13:55
Bantah Klaim Kuasa Hukum, Keamanan Pabrik di Jombang Tegaskan Pelaku Pemukulan Bukan Karyawan
Tangkapan layar dugaan aksi premanisme di lokasi pabrik PT Handsome Investments Indonesia. (Fredi/SJP)

JOMBANG, SJP–Pihak keamanan pabrik PT Handsome Investments Indonesia memberikan klarifikasi resmi terkait kasus pemukulan yang menyeret empat orang tersangka. 

Langkah ini diambil untuk meluruskan narasi yang sempat beredar dari pihak kuasa hukum salah satu terduga pelaku pemukulan, yang menyatakan bahwa para pelaku merupakan pekerja pabrik tersebut.

Petugas Keamanan Pabrik, Bayaki, membantah keras klaim tersebut dan menegaskan bahwa keempat terduga pelaku sama sekali tidak memiliki ikatan kerja dengan perusahaan. Status para pelaku murni warga luar atau warga sekitar, bukan karyawan pabrik.

"Bukan pekerja di sini. Bukan pekerja di sini, ya mereka orang luar, warga sini," ujar Bayaki saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/6/2026).

Bayaki kemudian membeberkan kronologi peristiwa secara runtut. Insiden bermula pada malam hari ketika keempat orang tersebut mendatangi area pabrik dengan dalih ingin meminta lowongan pekerjaan. Karena waktu yang sudah larut dan tidak tepat untuk urusan administrasi, pihak keamanan mengarahkan mereka secara baik-baik untuk datang kembali keesokan harinya.

Namun, situasi justru berujung ricuh. Para pelaku yang diduga kuat berada di bawah pengaruh minuman beralkohol langsung tersulut emosi. Mereka bertindak arogan hingga melakukan aksi pemukulan terhadap pekerja pabrik.

"Pertama, tujuannya minta pekerjaan. Dan saya suruh untuk datang besok pagi. Ternyata memang keadaan bau alkohol, ya mungkin akhirnya mereka jadi arogan," tambah Bayaki.

Bayaki sangat menyayangkan tindakan para pelaku yang dinilai tidak etis. Menurutnya, urusan mencari pekerjaan seharusnya dilakukan pada siang hari secara resmi dan dalam kondisi yang kondusif, bukan pada larut malam.

Saat ini, kasus penganiayaan tersebut telah resmi dilaporkan dan ditangani oleh pihak kepolisian setempat. Pihak keamanan pabrik sepenuhnya mendukung proses hukum yang berjalan.

"Ya, semoga dengan memberikan suatu efek jera bagi mereka," pungkas Bayaki.

Senada dengan pihak keamanan, Pemerintah Desa melalui Kepala Dusun Kedung Asem, Desa Bandarkedungmulyo, Hartono, turut bersuara. 

Ia menyampaikan bahwa keberadaan PT Handsome Investments Indonesia di wilayahnya sebenarnya sangat dinantikan masyarakat demi mendongkrak perekonomian warga sekitar.

Pihak pemerintah desa secara tegas membantah bahwa aksi gangguan atau premanisme yang terjadi tersebut mewakili aspirasi warga dusun setempat.

Menurut Hartono, kehadiran pabrik ini dinilai menjadi angin segar bagi ketersediaan lapangan pekerjaan, khususnya bagi para pemuda setempat. Bahkan, pemerintah desa telah merencanakan bahwa pada tahap awal operasional, perekrutan tenaga kerja akan memprioritaskan warga lokal sebelum membuka kesempatan bagi warga dari desa lain.

"PT Handsome ini ya sebuah perusahaan yang sangat ditunggu oleh masyarakat kami. Keberadaannya ini memang sudah dirindukan lah bahasanya, supaya segera beroperasi dan kami semua masyarakat Bandarkedungmulyo terutama, khususnya ya ingin kerja di sini," ujar Hartono.

Menanggapi insiden gangguan tersebut, Hartono menegaskan bahwa masyarakat justru sangat tidak menginginkan adanya konflik. Aksi-aksi premanisme yang memperlambat jalannya operasional pabrik dinilai sangat merugikan kepentingan khalayak umum. Warga disebutnya merasa dirugikan karena dampak positif pabrik, terutama penyerapan tenaga kerja, menjadi tertunda.

"Tapi yang jelas warga kami ya sangat tidak menginginkan hal itu. Jadi ada prinsip-prinsip yang nantinya memperlambat operasi pabrik ini ya sangat-sangat mengganggu masyarakat kami gitu loh. Pinginnya cepat berdiri, sehingga merasakan dampak positifnya," tegas Hartono.

Terkait langkah hukum yang kini telah ditempuh oleh pihak manajemen perusahaan, pihak pemerintah dusun sepenuhnya menyerahkan dan mendukung penuh proses tersebut kepada aparat penegak hukum. 

Hartono berharap pihak kepolisian dapat bertindak objektif dan tegas dalam mengusut tuntas kasus ini karena telah mengganggu iklim investasi dan kepentingan masyarakat luas.

"Ya saya berharap ya polisi obyektif dalam melaksanakan apa yang menjadi tugasnya. Sehingga apapun ketika memang ini merugikan secara khalayak umum ya bagaimana gitu, Pak," pungkas Hartono. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow