Efisiensi Anggaran Berdampak Pada Sektor Pariwisata di Mojokerto
Meski potensi dampak itu tidak signifikan, tetap akan dilakukan kajian dan upaya antisipasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto.
MOJOKERTO, SJP - Adanya Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran rupanya berpotensi berdampak pada sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Mojokerto.
Meski potensi dampak itu tidak signifikan, tetap akan dilakukan kajian dan upaya antisipasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto.
“Soal tingkat hunian hotel ya, sama sektor wisata memang terdampak efisiensi,” kata Norman Kepala Dinas Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata, Jumat (14/3/2025).
Meski demikian, pihaknya belum mengetahui berapa prosentase yang terdampak.
“Kami perlu cek ulang, ke pelaku usaha hotel atau perhimpunan hotel restoran,” lanjutnya.
Menurutnya, dampak kebijakan efesiensi terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke tempat wisata di area Kabupaten Mojokerto masih belum bisa disimpulkan.
Meski demikian, Pemkab berupaya untuk melakukan langkah antisipasi berdasar pada data di lapangan.
Pihaknya mengaku masih perlu melakukan analisis data perihal potensi menurunnya kunjungan pariwisata. Terlebih bertepatan pada momen bulan Ramadan.
Kajian itu untuk mengurai, apakah benar penurunan pengunjung disebabkan oleh efisiensi atau memang bertepatan pada momen bukan Ramadan.
“Kalau bulan Maret jumlah kunjungan lokal maupun asing memang mengalami penurunan, sebagaimana bulan Ramadan tahun sebelumnya,” tutupnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

