Dinas PU SDA Bojonegoro Klaim Tebing Pelindung Senilai Rp 39,6 Miliar Hanya Ambrol 10 Persen
Untuk tindakan perbaikan selanjutnya, pihak PU SDA masih menunggu masa panen selesai, sebab pelindung tebing tersebut beberapa di antaranya melintang berdekatan dengan areal persawahan, namun juga memperhatikan kondisi cuaca nantinya.
BOJONEGORO, SJP- Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyatakan jika tebing pelindung yang belum genap berusia dua bulan hanya ambrol sepanjang 10 persen.
Namun informasi yang diterima media ini, mega proyek yang menelan anggaran Rp 39,6 miliar tersebut ambrol ratusan meter di dua sisi desa yang masuk wilayah Kecamatan Baureno.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga menjabat Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Iwan Kristian mengatakan, pekerjaan fisik sepanjang 980 meter tersebut hanya ambrol 10 persen.
“Yang ambrol bukan semua, tetapi beberapa segmen, yang sleding hanya beberapa sisi, kurang lebih 10 persen,” kata Iwan Kristian, Selasa (11/2/2025).
Bencana banjir dituding sebagai penyebab ambrolnya tebing pelindung yang melintang di dua desa pada wilayah Kecamatan Baureno itu, yakni di Desa Tanggungan dan Lebaksari.
Pihaknya juga menyatakan jika sudah melakukan langkah-langkah perbaikan, seperti mengangkat batu bronjong serta menyiagakan alat berat sejak akhir Januari 2025.
“Yang ambrol hanya di Tanggungan 150 meter, kalau yang di lebak 50 meter tidak ambrol," ucapnya, Selasa (11/2/2025).
Untuk tindakan selanjutnya, pihak PU SDA masih menunggu masa panen selesai, sebab pelindung tebing tersebut beberapa di antaranya melintang berdekatan dengan areal persawahan, namun juga memperhatikan kondisi cuaca nantinya.
"Intinya sudah ada pernyataan dari rekanan, hanya tinggal tunggu kondisi,” pungkasnya.
Proyek fisik pelindung tebing sungai Bengawan Solo yang ambruk dan menelan biaya Rp 39,6 miliar itu, baru saja rampung pengerjaannya pada akhir Desember 2024 lalu.
Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro beralasan ambrolnya bangunan pelindung tebing di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, diakibatkan oleh banjir yang terjadi pada awal Januari 2025.
Sedangkan instansi yang kompeten soal kebencanaan, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro menyatakan tidak ada banjir di awal tahun ini.
Pihak BPBD Kabupaten Bojonegoro mencatat bencana banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Baureno pada bulan Januari 2025 berada di Desa Kalisari dan Desa Kadungrejo.
Hal itu berbanding terbalik dengan alasan Dinas PU SDA yang menuding bencana banjir pada awal Januari 2025 sebagai penyebab ambruknya proyek fisik yang baru berumur satu bulan lebih.
Sehingga, ambrolnya proyek fisik milik Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro itu, memantik reaksi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro.
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bojonegoro, Imam Solikin menyatakan jika pihaknya akan segera turun ke lapangan, guna mengecek lokasi ambrolnya proyek seumur jagung itu.
Seperti diketahui, pekerjaan fisik sepanjang 980 meter yang dibiayai APBD tahun 2024 itu, pagu awalnya sebesar Rp 40 miliar. Tendernya dimenangkan oleh PT Indopenta Bumi Permai yang beralamat di jalan Jemursari VII No.19 Surabaya Jawa Timur, dengan nilai kontrak Rp 39,6 miliar. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

