Cuaca Ekstrem Kembali Landa Surabaya, Pohon Tumbang Tutup Jalan Sulawesi
Hujan deras kembali mengguyur Surabaya, sebuah pohon tumbang di Jalan Sulawesi dan padamnya sejumlah traffic light membuat lalu lintas kota sempat lumpuh pada Senin sore.
SURABAYA, SJP - Kota Surabaya kembali diguyur hujan deras pada Senin (10/11/2025) sore. Hujan yang telah terjadi hampir setiap hari dalam sepekan terakhir itu kali ini menyebabkan sebuah pohon tumbang di kawasan Jalan Sulawesi, hingga sempat menutup akses jalan dan menimbulkan kemacetan.
Petugas gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk menangani pohon tumbang tersebut. Setelah beberapa waktu, pohon berhasil dievakuasi dan akses jalan kini telah kembali dibuka untuk kendaraan yang melintas.
Pantauan tin suarajatimpost.com, hingga pukul 18.00 wib hujan masih mengguyur sejumlah wilayah di Surabaya. Sejumlah kawasan seperti Gubeng, Rungkut, Wonokromo, Wonocolo, dan Dukuh Pakis dilaporkan masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Selain pohon tumbang, hujan deras juga menyebabkan beberapa traffic light padam di sejumlah titik dan memicu kepadatan lalu lintas. Berdasarkan data Command Center 112 Surabaya, titik lampu lalu lintas yang mengalami gangguan meliputi: THP Kenjeran–Tambak Deres, Kenjeran THP–Abdul Latief, Rungkut Tengah–Zamhuri, Ngagel Jaya Utara–Ngagel Tama, Kertajaya–Dharmawangsa.
Salah seorang pengendara roda dua, Irma, yang memilih berhenti karena kemacetan di daerah Kenjeran mengaku dirinya tidak melanjutkan perjalanan hingga pukul 18.00 WIB. Dirinya mengatakan bahwa jalanan masoh terlalu padat, terlebih dampak akibat padamnya traffic light di beberapa titik.
"Iya ini bakal macet terus sampai habis Isya, biasanya memang sudah macet tapi karena ini tadi sempat padan lampu merahnya dan masih hujan juga, jadi ini bakal lama macetnya," terang Irma, Senin (10/11/2025).
Sebelumnya, peringatan mengenai cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Jawa Timur juga sudah dikeluarkan oleh BMKG Juanda.
Sementara itu, BMKG Juanda mengingatkan bahwa hujan deras yang rutin terjadi selama hampir sepekan merupakan bagian dari pola cuaca ekstrem yang berpotensi berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Menurut Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, kondisi atmosfer di wilayah Jawa Timur sedang aktif akibat pertemuan angin dan suhu laut yang hangat, sehingga memicu pertumbuhan awan hujan dalam jumlah besar.
"Beberapa sistem cuaca sedang aktif di atas Jawa Timur, termasuk gelombang atmosfer dan suhu laut yang hangat di sekitar Selat Madura. Kondisi ini memperkuat peluang hujan deras dan angin kencang di wilayah Surabaya dan sekitarnya," jelas Taufiq.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan genangan air, terutama pada sore hingga malam hari.
"Kami mengimbau warga agar lebih waspada terhadap hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, serta menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho besar saat cuaca buruk," tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

