BKKBN Jatim Upaya Percepatan Penurunan Stunting Gandeng Akademisi dan Pers

Stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor kemiskinan, tetapi juga melibatkan faktor budaya, pola asuh, dan sanitasi. "Di Jawa Timur, kasus stunting masih signifikan di Jember, Bondowoso, dan Situbondo.

21 Dec 2023 - 23:15
BKKBN Jatim Upaya Percepatan Penurunan Stunting Gandeng Akademisi dan Pers
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Dra Maria Ernawati MM (dok/SJP)
BKKBN Jatim Upaya Percepatan Penurunan Stunting Gandeng Akademisi dan Pers

Surabaya, SJP - Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Dra Maria Ernawati MM, ajak seluruh elemen masyarakat berupaya serius untuk akselerasi penurunan angka stunting di wilayah Jawa Timur.

Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi dan pers, Kamis (21/12/2023).

Maria jelaskan bahwa stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor kemiskinan, tetapi juga libatkan faktor budaya, pola asuh, dan sanitasi.
 
"Di Jawa Timur, kasus stunting masih signifikan di Jember, Bondowoso, dan Situbondo. Namun, di Kota Surabaya, angka stunting turun menjadi 4,8 persen," kata Maria kepada awak media saat  acara Ngopi Bangga Kencana Tahun 2023, selumbari.
 
Maria optimis upaya percepatan penurunan stunting di Jawa Timur dapat berhasil jika dilakukan secara kolaboratif.

Ia pun ajak seluruh pihak untuk ikut berperan dalam upaya tersebut.


 
"Kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk akademisi dan pers," ujarnya. Untuk itu kami tetap optimis dengan upaya yang dilakukan, akan terjadi penurunan signifikan jika saling kolaborasi dan merangkai ide positif bersama-sama."

Maria sebutkan, target penurunan angka stunting di Jawa Timur pada tahun 2024 adalah 14%.

Artinya, estimasi target di tahun ini adalah 16%. "Tahun kemarin masih di 19,2%, jadi kita doakan sama-sama tahun ini bisa turun 16%,” beber Maria.

Ia menambahkan, tujuan acara Ngopi Bangga Kencana Tahun 2023 adalah untuk mengajak masyarakat lapis bawah hingga jajaran perangkat daerah turut serta berperan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Jawa Timur.

Dalam acara tersebut, peran insan pers dan mahasiswa menjadi sorotan utama.

Maria katakan, perlu adanya kolaborasi positif dan strategi bersama dengan berbagai instansi, termasuk pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan insan pers.

"Kita harus jitu tentukan sasaran itu dengan pas. Kalau memang sasaran tembak keluarga itu karena faktor kemiskinan, nanti kita upayakan untuk bagaimana ada satu pemberdayaan ekonomi keluarga," tambahnya.

Maria juga sampaikan bahwa pihaknya lakukan upaya serius serta kerjasama lintas sektor dalam penanggulangan stunting di Jawa Timur.

Ia harap, upaya ini bawa perubahan positif dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
 
Peran Akademisi dan Pers

Dalam acara tersebut, Wakil Rektor 1 Universitas Teknologi Surabaya (UTS), Dr. Agus Purbo Widodo, sampaikan bahwa pihak UTS telah bekerja sama dengan PKK Surabaya dalam Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH).

Program ini bertujuan tingkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam asuh anak agar terhindar dari stunting.\"Peran mahasiswa dan kampus juga diperlukan untuk mencapai program percepatan penurunan stunting di Jawa Timur," kata Agus. 

Senada, Merlin, dosen Fakultas Hukum Universitas Widya Mandala Surabaya, berpendapat bahwa komunikasi sangat penting dalam upaya percepatan penurunan stunting.

"Pesan penyuluhan harus disampaikan dengan jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat," kata Merlin.

Gatot, wakili peran insan pers, sampaikan bahwa penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dapat bantu percepat penurunan stunting.

"Dengan TIK, informasi tentang stunting dapat disebarkan secara lebih cepat dan luas," harapnya. (*)

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow