Bertandang ke Tebuireng, Jombang Kyai Said Sarankan Konsesi Tambang PBNU Kembali ke Negara

Menurut Kyai Said, pemberian konsesi awalnya dinilai sebagai bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kontribusi NU dan peluang untuk kemandirian ekonomi organisasi. Namun, dinamika beberapa bulan terakhir justru menimbulkan efek sebaliknya.

07 Dec 2025 - 11:15
Bertandang ke Tebuireng, Jombang Kyai Said Sarankan Konsesi Tambang PBNU Kembali ke Negara
Mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil siroj saat hadiri forum silaturahmi ulama di Tebuireng, Jombang. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP – Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj memberikan pernyataan terkait polemik pengelolaan konsesi tambang oleh PBNU. Dalam silaturahmi di Pondok Pesantren Tebuireng, Diwek, Jombang, Jumat (6/12/2025), ia secara tegas mengusulkan agar hak pengelolaan tambang dikembalikan kepada negara.

Menurut Kyai Said, pemberian konsesi awalnya dinilai sebagai bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kontribusi NU dan peluang untuk kemandirian ekonomi organisasi. Namun, dinamika beberapa bulan terakhir justru menimbulkan efek sebaliknya.

"Konflik internal dan berbagai polemik di ruang publik telah menimbulkan kegaduhan yang tidak sehat bagi NU," ujarnya dalam keterangan yang diterima wartawan, Ahad (7/12/2025).

Ia menyimpulkan, manfaat konsesi kini tidak lagi sebanding dengan potensi kerugian terhadap organisasi. NU dinilai tidak lagi sejalan dengan kepentingan utama organisasi.

Kyai Said menekankan, NU memiliki mandat besar dalam urusan keagamaan dan sosial sehingga harus menghindari sektor yang rawan konflik dan kepentingan politik. Beberapa alasan yang diuraikan antara lain menjaga keutuhan organisasi, menghindari persepsi negatif publik, dan memastikan NU fokus pada misi pelayanan umat.

"NU ini milik seluruh umat. Jangan sampai urusan usaha dan bisnis justru mencederai kehormatan dan tujuan berdirinya NU," tegasnya.

Lebih jauh, ia menilai kemajuan NU tidak ditentukan oleh sektor pertambangan. Program kemandirian ekonomi umat seharusnya berakar dari penguatan pesantren, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat kecil.

"Keberkahan NU datang dari ilmu dan ketulusan para ulama. NU tetap bisa berjaya walaupun tanpa mengelola tambang," pungkasnya.

Silaturahmi yang digelar di Ponpes Tebuirenng tersebut juga dihadiri sejumlah ulama, antara lain KH. Anwar Manshur (Pengasuh Ponpes Lirboyo), Muhammad Nuh (Rais Syuriyah PBNU 2022-2027), dan KH. Nurul Huda Djazuli (Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso, Kediri). (*)

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow