Bangkit setelah 5 Tahun Vakum, Exponak 2026 di Bondowoso Jadi Ajang Adu Kualitas Hewan Ternak
Exponak 2026 kembali digelar setelah lima tahun vakum dan menjadi ajang unjuk kualitas hewan ternak unggulan Bondowoso. Wakil Bupati As'ad Yahya Syafi'i mengapresiasi tingginya antusiasme peternak serta berharap kegiatan ini melahirkan bibit ternak berkualitas dan peternak yang mampu bersaing hingga tingkat nasional maupun internasional.
BONDOWOSO, SJP – Ratusan peternak memadati Pasar Hewan Terpadu Desa Locare, Kecamatan Curahdami, saat gelaran Expo Peternakan dan Kontes Ternak (Exponak) 2026 berlangsung, Rabu (24/6/2026). Setelah vakum selama lima tahun, ajang bergengsi ini kembali digelar dan langsung disambut antusias luar biasa oleh para peternak dari berbagai wilayah di Bondowoso.
Bahkan, semangat para peserta sudah terlihat sejak malam sebelum perlombaan dimulai. Sejumlah peternak rela bermalam di lokasi demi memastikan ternak terbaik mereka siap mengikuti penilaian. Pemandangan tersebut menjadi bukti bahwa Exponak bukan sekadar kompetisi, melainkan momentum kebangkitan sektor peternakan Bondowoso.
Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i, mengaku terkesan melihat besarnya antusiasme para peserta. Menurutnya, tingginya semangat peternak menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong peningkatan kualitas peternakan sekaligus memperkuat daya saing komoditas lokal hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Tak hanya mengejar prestasi, Wakil Bupati berharap Exponak menjadi ruang berbagi ilmu, mempererat silaturahmi antarpeternak, serta melahirkan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas genetika ternak dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bondowoso pun memastikan kegiatan tersebut akan terus dipertahankan sebagai agenda tahunan.
"Luar biasa sekali. Mereka sangat semangat. Informasinya sejak tadi malam sudah berada di sini. Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi antusiasme para peternak," ujar Wabup usai mengunjungi stand peserta Exponak dan menyerahkan piala juara umum.
Ia berharap Exponak tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga menjadi wadah memperkuat jejaring dan transfer pengetahuan di kalangan peternak.
"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya sebatas perlombaan, tetapi juga menjadi jaring silaturahmi dan edukasi antarpeternak. Dengan begitu, penyelenggaraan tahun depan bisa lebih baik lagi," katanya.
Wakil Bupati yang karib disapa Ra As'ad ini menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso tetap berkomitmen melanjutkan penyelenggaraan Exponak meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
"Bismillah, kami tetap harus semangat. Ini bukti bahwa walaupun ada kondisi efisiensi, pemerintah dan masyarakat saling mendukung. Ini luar biasa sekali. Kami sangat bersyukur," tuturnya.
Ia juga mengajak para pemenang untuk tidak menyimpan pengetahuan yang dimiliki, melainkan membagikannya kepada peternak lain agar kualitas peternakan Bondowoso terus meningkat.
"Selamat kepada para pemenang. Jangan pelit berbagi ilmu dengan yang lain. Harapan kami, prestasi ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa membawa nama Bondowoso ke tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso, Hendri Widotono, mengatakan, Exponak 2026 merupakan bagian dari rangkaian Festival Muharram 2026 yang kembali digelar setelah lima tahun vakum.
Menurut Hendri, kegiatan tersebut bertujuan menampilkan ternak unggulan sekaligus memotivasi para peternak untuk terus meningkatkan kualitas usaha peternakan mereka.
"Peserta yang tampil hari ini merupakan hasil seleksi dari lima Puskeswan, yakni Cermee, Tapen, Pujer, Tamanan, dan Curahdami. Dari 127 ternak yang diseleksi, sebanyak 48 ternak lolos ke babak final dan dinilai oleh tiga orang juri," jelasnya.
Selain kontes ternak, Exponak 2026 juga melibatkan 59 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut meramaikan kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Bondowoso, Nunung Setianingsih, menegaskan, Exponak merupakan bagian dari implementasi visi RPJMD Kabupaten Bondowoso 2025–2029 menuju daerah yang tangguh, unggul, berdaya saing global, dan berbudaya.
Menurutnya, sektor peternakan memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.
"Kegiatan ini bukan hanya ajang kontes atau pameran, tetapi strategi nyata untuk memotivasi peternak meningkatkan kualitas genetika sapi, produksi daging dan susu, serta mendorong praktik peternakan modern yang berkelanjutan," ujarnya.
Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan hewan, manajemen praktik dokter hewan, dan laboratorium. Kerja sama tersebut meliputi pendidikan, penelitian, magang, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pada Exponak 2026, Puskeswan Tamanan berhasil meraih predikat Juara Umum. Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap kegiatan ini mampu menjadi pemicu lahirnya peternak-peternak berprestasi sekaligus meningkatkan daya saing komoditas peternakan Bondowoso di pasar nasional hingga internasional. (***)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

