Keputusan Wasit Persik Kediri vs Bhayangkara Fc Menuai Protes dan Sorotan
Persik Kediri kalah 3-4 dari Bhayangkara FC di Stadion Brawijaya, dengan keputusan wasit yang menuai kontroversi. Pelatih Persik, Marcos Reina Torres, memuji penampilan timnya tapi kritik kinerja wasit Yudi Nurcahya yang dianggap merugikan.
KEDIRI, SJP - Persik Kediri gagal meraih poin penuh setelah kalah 3-4 dari Bhayangkara FC di Stadion Brawijaya, Jumat (20/2/2026) malam. Pertandingan ini menjadi sorotan karena keputusan wasit yang beberapa kali menuai kontroversi. Bhayangkara FC kini kembali ke jalur kemenangan.
Persik Kediri menunjukkan permainan apik namun kalah 3-4 dari Bhayangkara FC di Stadion Brawijaya. Pelatih Marcos Reina Torres memuji karakter kuat timnya, namun mengakui keputusan wasit mempengaruhi hasil pertandingan.
"Mereka bermain dengan baik, tapi keputusan wasit membuat perbedaan," ujar Torres.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, mengapresiasi penampilan apik anak asuhnya, terutama dalam membangun serangan dan menjaga intensitas tekanan. Namun, kekalahan ini menjadi evaluasi bagi skuad Macan Putih untuk meningkatkan performa.
Marcos Reina Torres mengakui kelemahan pertahanan Persik Kediri, tapi memuji semangat pemain yang berani menyerang dan tampil lebih baik dari lawan.
"Kita tidak bertahan baik, tapi pemain menyerang dengan berani," tuturnya.
Pelatih Asal Spanyol itu, mengkritik kinerja wasit Yudi Nurcahya yang dianggap merugikan Persik Kediri. Dia menilai beberapa keputusan wasit tidak adil dan mempengaruhi hasil pertandingan.
Marcos Reina mempertanyakan keputusan wasit yang tidak memberikan kartu kuning kedua kepada Wahyu Subo Seto dan kemungkinan kartu merah di babak pertama.
"Seseorang harus menjelaskan keputusan wasit yang tidak memberikan kartu kuning kedua kepada Wahyu Subo Seto dan kemungkinan kartu merah di babak pertama saat kami mencetak gol lewat Kiko," jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan kualitas perangkat pertandingan, termasuk wasit, sangat penting untuk mendorong kemajuan sepak bola Indonesia.
“Pentingnya peningkatan kualitas wasit untuk memajukan sepak bola Indonesia, sembari mengingatkan Persik Kediri untuk fokus pada perbaikan diri, terutama dalam pertahanan. Tapi perlu ada klarifikasi dan evaluasi terhadap keputusan tersebut,” tambahnya.
Manajer Tim Persik Kediri, M Syahid Nur Ichsan, mengakui bahwa hasil pertandingan tersebut merupakan kekecewaan bagi tim.
“Kehilangan poin di kandang sendiri memang mengecewakan, namun dia juga memuji kualitas permainan timnya dan lawan. Kedua tim menampilkan pertandingan berkualitas," ungkapnya.
Manajemen Persik Kediri, memilih fokus pada evaluasi internal tim setelah hasil pertandingan yang kurang memuaskan. Syahid juga berharap PSSI dan operator kompetisi terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan mutu kompetisi sepak bola Indonesia.
“Kesalahan kecil dapat mempengaruhi hasil pertandingan, sehingga perlu peningkatan kualitas dari semua aspek untuk memperkuat fondasi sepak bola nasional,” tutupnya
Persik Kediri menunjukkan tajinya dengan tiga gol yang menghujani gawang lawan, dimulai oleh Kiko di menit 33, disusul Jose Enrique di menit 51, dan ditutup oleh Ernesto Gomez di menit 64. (**)
Penulis: Paskalis Arakat, Mahasiswa Magang Unitri
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

