Zakat ASN di Bondowoso Rendah, Baru Terkumpul Rp800 Juta dari Target Rp2,8 Miliar

Baznas Bondowoso menilai rendahnya capaian zakat disebabkan minimnya kesadaran ASN. Dukungan bupati dibutuhkan agar zakat bisa optimal sebagai alat pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan.

31 Jul 2025 - 19:23
Zakat ASN di Bondowoso Rendah, Baru Terkumpul Rp800 Juta dari Target Rp2,8 Miliar
Ketua Baznas Bondowoso KH Ahmadi (kanan) bersama Sekda Bondowoso, Fathur Rozi dan Ketua Baznas Provinsi Jatim saat dikonfirmasi usai launching kampung zakat ternak di Desa Bendoarum Kecamatan Wonosari. (Foto: Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Timur menargetkan pengumpulan zakat dari aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Bondowoso sebesar Rp2,8 miliar pada 2025. Namun, hingga akhir Juli 2025, realisasi pengumpulan baru mencapai Rp800 juta.

Ketua Baznas Bondowoso KH Ahmadi menyebut rendahnya capaian itu disebabkan minimnya kesadaran ASN untuk menunaikan zakat 2,5 persen dari pendapatan mereka.

“Jadi kami ditarget oleh Baznas Provinsi tahun ini Rp2,8 miliar. Sementara baru terkumpul Rp800 juta sampai akhir Juli 2025 ini,” kata Ahmadi, Kamis (31/7/2025).

Dia menegaskan, jika sekitar 9.000 ASN di Bondowoso tertib membayar zakat, potensi penerimaan bisa mencapai Rp5 miliar per tahun. Pihaknya pun berharap bupati Bondowoso mengeluarkan instruksi resmi untuk mendorong kepatuhan ASN, sebagaimana dilakukan penjabat bupati sebelumnya.

“Karena kami sudah selesai sosialisasi, tapi belum mempan. Untuk zakat ASN ini nilainya 2,5 persen dan harus ada kesanggupan tertulis. Makanya perlu bantuan bupati Bondowoso,” jelas Ahmadi usai launching Kampung Zakat Ternak di Desa Bendoarum, Kecamatan Wonosari.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso Fathur Rozi menyatakan akan melakukan revitalisasi unit pengumpul zakat (UPZ) di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Dengan itu, pihaknya dapat memantau kepatuhan pembayaran zakat oleh ASN secara lebih terstruktur.

“Ini bukan sekadar persoalan menyalurkan zakat. Namun, ada nilai pemberdayaan umat. Di sisi lain, juga ini membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Artinya ada nilai kebaikan berantai yang diterima masyarakat,” tandasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow