Wisman Malaysia Dominasi Kunjungan ke Jawa Timur pada Akhir 2024

Wisatawan Malaysia mendominasi kunjungan ke Jawa Timur pada Desember 2024, menyumbang 26,62 persen dari total wisman, meski jumlah kunjungan keseluruhan turun dibandingkan tahun sebelumnya.

05 Feb 2025 - 21:39
Wisman Malaysia Dominasi Kunjungan ke Jawa Timur pada Akhir 2024
Kapal Pesiar Le Lapérouse yang rutin membawa rombongan wisatawan manca negara ke Indonesia yang menjadi salah satu destinasi mereka (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP – Desember selalu menjadi momen istimewa bagi dunia pariwisata. Sebagai bulan penutup tahun, periode ini identik dengan meningkatnya perjalanan wisata, baik domestik maupun mancanegara.

Di tengah dinamika tersebut, Malaysia kembali menjadi negara penyumbang wisatawan asing terbanyak ke Jawa Timur sepanjang Desember 2024, meskipun secara keseluruhan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur merilis Berita Resmi Statistik (BRS) tentang perkembangan pariwisata Jawa Timur yang menunjukkan bahwa sebanyak 19.265 wisman masuk melalui Bandara Juanda pada Desember 2024. 

Dari jumlah tersebut, wisatawan asal Malaysia mendominasi dengan 5.129 kunjungan, atau setara dengan 26,62 persen dari total wisman. Posisi berikutnya ditempati oleh Singapura dengan 3.448 kunjungan dan Tiongkok dengan 3.113 kunjungan.

Ketua BPS Jawa Timur, Zulkipli, menilai bahwa dominasi wisatawan Malaysia bukanlah hal baru, mengingat kedekatan geografis dan hubungan erat antara kedua wilayah.

"Malaysia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Jawa Timur, baik dari segi ekonomi, budaya, maupun kemudahan akses penerbangan. Ini yang membuat jumlah kunjungan mereka selalu tinggi setiap tahunnya," ungkap Zulkipli, Rabu (5/2/2025).

Meskipun wisatawan Malaysia tetap mendominasi, jumlah kunjungan wisman secara keseluruhan mengalami penurunan 7,47 persen dibandingkan bulan November 2024, yang mencatat 20.820 kunjungan. Jika dibandingkan dengan Desember 2023, terjadi penurunan 17,12 persen, dari 23.244 kunjungan.

Hunian Hotel Naik, Surabaya Jadi Kota dengan TPK Tertinggi

Di sisi lain, sektor akomodasi justru menunjukkan tren positif. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Timur pada Desember 2024 mencapai 58,44 persen, meningkat 1,20 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Menurut Zulkipli, kenaikan ini menunjukkan bahwa pergerakan wisatawan domestik masih cukup tinggi, meskipun jumlah wisman mengalami penurunan.

"Surabaya mencatat TPK hotel tertinggi mencapai 60,53 persen. Ini menunjukkan bahwa kota ini masih menjadi magnet utama bagi wisatawan, baik untuk keperluan bisnis maupun liburan," jelasnya.

Sebaliknya, beberapa daerah masih kesulitan menarik wisatawan. Kabupaten Ngawi menjadi daerah dengan okupansi hotel terendah, hanya 11,16 persen. Zulkipli menilai bahwa kurangnya daya tarik wisata serta aksesibilitas yang terbatas menjadi faktor utama rendahnya okupansi di beberapa wilayah.

Harapan untuk 2025

Zulkipli optimistis bahwa di tahun 2025, jumlah kunjungan wisman bisa kembali meningkat, terutama dengan semakin banyaknya kerja sama pariwisata dengan negara-negara tetangga.

Dengan berbagai tantangan dan peluang yang ada, sektor pariwisata Jawa Timur kini dihadapkan pada tugas besar untuk terus menarik lebih banyak wisatawan asing di tahun mendatang. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow