Tren Penerimaan Pajak Kota Batu Menguat, Realisasi Capai 66 Persen
Realisasi pajak Kota Batu hingga trisemester ketiga sudah di atas 66 persen, dengan sektor PBJT menjadi penyumbang terbesar. Meski beberapa pos masih rendah, optimisme pencapaian target tetap terjaga.
KOTA BATU, SJP – Hingga pertengahan September 2025, kinerja penerimaan pajak daerah Kota Batu menunjukkan tren menguat. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat realisasi pajak telah menembus Rp182 miliar atau 66,17 persen dari target tahunan Rp275,2 miliar.
Kepala Bapenda Kota Batu, M. Nur Adhim pada Kamis (11/9/2025) bahwa caapaian tersebut berasal dari 11 jenis pajak daerah. Terlebih sampai dengan saat ini realisasi pajak daerah sudah 66,17 persen atau Rp182 miliar dari total dari 11 jenis pajak yang ada.
"Kontribusi terbesar datang dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). PBJT makanan dan minuman tercatat Rp27,2 miliar atau 75,68 persen dari target Rp35,9 miliar. PBJT kesenian dan hiburan menyusul dengan realisasi Rp34,1 miliar atau 71,94 persen dari target Rp47,4 miliar," paparnya.
Sektor perhotelan masih dominan dengan setoran Rp 29 miliar atau 67,42 persen dari target Rp43 miliar. Sementara PBJT tenaga listrik menembus Rp 12,6 miliar atau 65,02 persen dari target Rp19,4 miliar. Berbeda dengan PBJT parkir yang masih lemah, baru terkumpul Rp 864 juta atau 18 persen dari target Rp4,7 miliar.
Pajak reklame terealisasi Rp2,3 miliar atau 53 persen dari target Rp4,3 miliar, sedangkan pajak air tanah menembus Rp971 juta atau 60,74 persen dari target Rp1,6 miliar. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menyumbang Rp38,9 miliar atau 73,34 persen dari target Rp53 miliar.
Di sisi lain, opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencapai Rp14,4 miliar atau 65,24 persen dari target Rp 22 miliar. Pajak BBNKB mencatat Rp5 miliar atau 58,94 persen dari target Rp8,4 miliar, sedangkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) baru menyetor Rp16 miliar atau 47,55 persen dari target Rp34,9 miliar.
"Kami mempermudah layanan pembayaran, menjemput bola dengan mendatangi wajib pajak, hingga rutin melakukan penagihan piutang hampir setiap hari. Dengan pola itu, kami optimistis menutup tahun dengan capaian minimal 95 persen. Harapannya bahkan bisa menyamai pencapaian 2024 yang sampai 99 persen,” tandasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

