Tiga Ibu di Surabaya Lakukan Pungli dengan Modus Sumbangan Agustusan

Praktik pungli berkedok sumbangan agustusan di Surabaya viral setelah tiga ibu-ibu meminta uang hingga Rp1 juta tanpa bukti resmi. Pemilik usaha menolak dan melapor.

12 Aug 2025 - 10:14
Tiga Ibu di Surabaya Lakukan Pungli dengan Modus Sumbangan Agustusan
Rekaman CCTV yang viral di media sosial menunjukkan tiga ibu yang diduga melakukan pungli dan pemalakan, dengan mengatasnamakan utusan RT/RW, terhadap seorang pelaku usaha di Surabaya, Jawa Timur, Kamis 7 Agustus 2025. (./Istimewa)

SURABAYA, SJP — Aksi pungutan liar (pungli) berkedok sumbangan acara agustusan meresahkan pelaku usaha di Surabaya, Jawa Timur. Video permintaan sumbangan oleh tiga ibu-ibu ini bahkan viral di media sosial. Mereka mengaku berasal dari RT/RW setempat dan meminta uang antara Rp500.000 hingga Rp1 juta.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah toko di Jalan Gemblongan, Kecamatan Bubutan, Surabaya, pada Kamis (7/8/2025) siang. Rekaman CCTV yang viral memperlihatkan perdebatan antara pemilik usaha dan para peminta sumbangan.

Pemilik usaha, Kevin William (22), menolak memberikan sumbangan sesuai permintaan karena ketiganya tidak bisa menunjukkan surat pengantar atau bukti resmi sebagai utusan RT/RW. Dia sempat menawarkan sumbangan sukarela sebesar Rp 10.000, tetapi malah dimaki dan diteriaki.

“Mereka marah dan meminta nominal yang lebih besar, tetapi tidak menyebutkan jumlah pasti. Saat saya bilang tidak bisa memberi lebih, mereka langsung menyerang saya secara verbal,” ungkap Kevin kepada Beritasatu.com, Senin (11/8/2025).

Kevin meminta bukti resmi, tetapi yang ditunjukkan hanya proposal tulisan tangan tanpa pengesahan RT/RW. “Saya tanya dasar hukumnya, mereka tidak bisa jawab. Mereka malah bilang akan membawa lurah ke sini,” ujarnya.

Ketiga ibu-ibu tersebut juga membawa kertas tulisan tangan berisi daftar tempat usaha yang diklaim telah memberi sumbangan antara Rp 500.000 hingga Rp 1 juta, termasuk menyebut nama salah satu BUMN. Namun, Kevin meragukan keabsahannya karena tidak ada bukti cetak.

Aksi pungli berkedok sumbangan agustusan ini membuat pelaku usaha resah. Mereka meminta aparat segera bertindak karena khawatir praktik ini merupakan penipuan yang memanfaatkan momen perayaan kemerdekaan. (**)

Sumber: Beritasatu.com
Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow