Dikira Tewas, Anak di Jember Muncul saat Jenazah Dimandikan

Suasana duka keluarga di Jember berubah menjadi haru saat anak yang dikira tewas akibat kecelakaan tiba-tiba muncul ketika prosesi pemandian jenazah berlangsung.

02 Jan 2026 - 18:05
Dikira Tewas, Anak di Jember Muncul saat Jenazah Dimandikan
Anak yang dikira meninggal dunia dalam kecelakaan tiba-tiba muncul. (Ilustrasi: Gemini AI)

JEMBER, SJP – Suasana duka mendalam menyelimuti sebuah rumah warga di Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Tangis keluarga pecah saat mereka bersiap memakamkan seorang anak yang diyakini tewas akibat kecelakaan lalu lintas. Namun, duka itu berubah menjadi histeris bercampur haru ketika kenyataan berkata sebaliknya. Anak yang dikira meninggal justru muncul di hadapan mereka.

Peristiwa mengharukan sekaligus mengejutkan itu terjadi pada Kamis (1/1/2026). Keluarga menerima kabar bahwa seorang korban kecelakaan lalu lintas dengan ciri fisik mirip anggota keluarga mereka telah meninggal dunia. Tanpa proses identifikasi menyeluruh, jenazah tersebut langsung dibawa ke rumah untuk dimakamkan.

Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi prosesi pemulasaraan jenazah. Warga sekitar turut membantu, termasuk saat jenazah dimandikan sebagai bagian dari tradisi terakhir sebelum pemakaman. Tak ada yang menyangka, di tengah suasana hening dan penuh duka itu, peristiwa tak terduga terjadi.

Ketika prosesi pemandian berlangsung, anak yang sebelumnya dikira telah meninggal tiba-tiba muncul. Seketika suasana berubah menjadi geger. Tangis histeris pecah, bukan lagi karena kehilangan, melainkan karena haru dan syok yang bercampur menjadi satu. Keluarga langsung memeluk anak tersebut, memastikan bahwa ia benar-benar hidup dan berada di hadapan mereka.

Peristiwa itu dibenarkan Kanit Gakkum Satlantas Polres Jember, Ipda Tommy Nur Alamsyah. Ia menjelaskan bahwa telah terjadi kesalahpahaman dalam proses identifikasi korban kecelakaan.

“Korban kecelakaan memiliki kemiripan fisik dengan anak dari keluarga tersebut. Terjadi miskomunikasi sehingga jenazah disangka orang yang sama,” ujar Ipda Tommy.

Ia menambahkan, kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tidak tergesa-gesa menyimpulkan identitas korban kecelakaan. Menurutnya, identifikasi jenazah seharusnya dilakukan secara resmi melalui rumah sakit atau kepolisian.

Sementara itu, jenazah korban kecelakaan yang sebenarnya telah dikembalikan ke Puskesmas Bangsalsari untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga yang berhak.

Diketahui, kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi di Jalan Raya Gambirono, Kecamatan Bangsalsari, Jember, pada Kamis dini hari bertepatan dengan malam Tahun Baru 2026. Kecelakaan yang melibatkan truk dan sepeda motor itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia. (**)

Editor: Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow