Tak Hanya Pasar Among Tani Batu, Pasar Sayur Ikut Keluhkan Bau Sampah

Umi salah satu pedagang pasar sayur pada Senin (10/6/2024) menguraikan sampah menumpuk hingga menimbulkan bau bukan hanya terjadi kali ini saja di Pasar Induk Among Tani. Namun sudah berulang kali terjadi, hingga menimbulkan protes warga sekitar pasar.

10 Jun 2024 - 16:15
Tak Hanya Pasar Among Tani Batu, Pasar Sayur Ikut Keluhkan Bau Sampah
Tumpukan Sampah di Pasar Among Tani (Arul/SJP)

Kota Batu, SJP - Permasalahan sampah yang menumpuk di Pasar Among Tani karena tidak adanya penanganan serius juga menuai protes dari pasar sayur yang tak jauh dari gedung utama pasar induk.

Umi, salah satu pedagang sayur di pasar, pada Senin (10/6/2024) menguraikan sampah menumpuk hingga menimbulkan bau bukan hanya terjadi kali ini saja di Pasar Induk Among Tani. Namun sudah berulang kali terjadi, hingga menimbulkan protes warga sekitar pasar. 

"Ini sudah berulang kali terjadi. Kalau viral di media mereka bau mau bergerak. Kalau tidak viral mereka ya diam saja seperti ini. Dulu sempat didemo warga sekitar pasar juga. Apalagi dari tumpukan sampah itu, juga menimbulkan aliran air lindi kemana-mana," katanya.

Dia mengaku, bau busuk sampah itu menyengat hingga ke kediamannya yang berada di belakang Pasar Induk Among Tani. Sedngkan petugas kebersihan hanya mewadahi sampah itu ke kantong besar berwarna hitam kemudian ditumpuk lagi di tempat yang sama. 

Terpisah, Ketua KSM Pasar Induk Among Tani Didin Darianto mengatakan, pihaknya belum berani melaksanakan tugas pengelolaan sampah di TPS3R Pasar Induk karena masih adanya polemik.

"Kami KSM yang terbentuk dari hasil musyawarah perwakilan semua zonasi, Kepala UPT Pasar dan Kepala Diskoperindag sudah dimandatkan. Dengan bekal aturan dan SK UPT/Diskoperindag Kota Batu," jelasnya.

Terlebih, Kepala Diskoperindag Kota Batu atau Kepala UPT pasar, bisa segera membuat surat sosialisasi lagi kepada pedagang perihal keberadaan dan status juga fungsi tugas KSM Pasar Induk Among Tani.

Karena ketika pedagang sudah menerima sosialisasi tersebut. KSM akan mau bergerak sesuai tugas dan fungsi sebagai KSM. Untuk pengelolaan sampah di Pasar Induk Among Tani. 

"Sehingga sampah di pasar bisa teratasi bersih. Pedagang dan pengunjung akan lebih nyaman. Tidak terganggu dengan keberadaan pemandangan sampah yang menumpuk dan berbau," pungkasnya. (*)

Editor: Tri Sukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow