Tabrakan KA Dhoho Vs Truk Mogok di Perlintasan Blitar, KAI Tekankan Disiplin Pengguna Jalan
Pasca peristiwa tabrakan antara KA Dhoho vs Truk muatan pasir di perlintasan Jalan Imam Bonjol, PT KAI Daop 7 Madiun menekankam disiplin pengguna jalan.
KOTA BLITAR, SJP - Insiden kecelakaan kembali terjadi di perlintasan sebidang. Sebuah truk yang mogok di jalur rel tertemper KA Dhoho pada Selasa malam (28/4/2026) sekitar pukul 21.35 WIB di JPL 190 atau di perlintasan Jalan Imam Bonjol, Kota Blitar.
Peristiwa itu bermula saat truk yang melintas tiba-tiba mengalami gangguan mesin tepat di atas rel. Dalam kondisi tersebut, kendaraan tidak sempat dipindahkan, sementara dari arah barat melaju KA 408 Commuter Line Dhoho relasi Blitar–Kertosono.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, masinis tidak dapat menghentikan laju kereta secara mendadak hingga akhirnya terjadi benturan dengan truk yang menghalangi jalur.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, khususnya dari pihak awak kereta. Sementara sopir truk beserta kendaraan kini telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Terkait dengan hal ini, Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari menegaskan, insiden di perlintasan sebidang masih kerap terjadi akibat kurangnya kedisiplinan pengguna jalan.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melintas. Selain itu, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api," ujar Tohari, Kamis (30/4/2026).
Ia menambahkan, perlintasan sebidang merupakan titik dengan risiko tinggi kecelakaan, sehingga membutuhkan kewaspadaan ekstra dari setiap pengguna jalan. Keberadaan palang pintu maupun petugas, kata dia, bukan jaminan mutlak keselamatan tanpa diiringi kesadaran pengendara.
"Kunci utama keselamatan tetap pada kepatuhan terhadap rambu dan kehati-hatian saat melintas," imbuhnya.
Pihak KAI Daop 7 Madiun menyatakan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna meningkatkan pengamanan di perlintasan sebidang, sekaligus mengurangi potensi kejadian serupa di masa mendatang. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

