Situs Condrogeni: Warisan Sejarah Majapahit di Kabupaten Nganjuk

Situs Condrogeni diyakini memiliki keterkaitan sejarah dengan Candi Ngetos. Nama "Condrogeni" berasal dari Patih Raden Bagus Condrogeni yang berasal dari Kerajaan Ngatas Angin.

05 Apr 2025 - 12:08
Situs Condrogeni: Warisan Sejarah Majapahit di Kabupaten Nganjuk
Situs Condrogeni di Desa Ngaliman Sawahan Nganjuk (Foto/istimewa)

NGANJUK, SJP - Lokasi dan Aksesibilitas Kabupaten Nganjuk dikenal memiliki berbagai destinasi wisata sejarah, salah satunya adalah Situs Condrogeni. Situs ini merupakan tempat pertapaan peninggalan Kerajaan Majapahit yang terletak di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Lokasinya berada dekat dengan wisata air terjun Sedudo, yang menjadi daya tarik wisata alam di daerah ini.

Untuk mencapai Situs Condrogeni, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar setengah jam dengan sepeda motor atau berjalan kaki. Rute menuju situs ini melewati perkebunan bunga mawar dan hutan pinus yang menyajikan pemandangan indah, dengan air terjun Sedudo yang tampak dari kejauhan. Sekitar dua kilometer sebelum lokasi air terjun, terdapat papan petunjuk yang menunjukkan arah ke Situs Condrogeni, meskipun situs itu sendiri tidak terlihat dari jalan raya.

Sesampainya di lokasi, pengunjung akan merasakan suasana sunyi dan magis, diperkuat dengan aroma dupa yang khas. Beberapa warga sekitar mengisahkan bahwa sesekali terdengar suara gamelan dari situs ini, namun suara tersebut menghilang ketika didekati.

Situs Condrogeni diyakini memiliki keterkaitan sejarah dengan Candi Ngetos. Nama "Condrogeni" berasal dari Patih Raden Bagus Condrogeni yang berasal dari Kerajaan Ngatas Angin. Letak kepatihan ini berada sekitar 15 kilometer dari Negeri Ngatas Angin, yang di dalamnya terdapat Situs Condrogeni.

Struktur dan Peninggalan Arkeologi Situs Condrogeni terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian bawah dan bagian atas. Pada bagian bawah, terdapat satu arca Dwarapala, dua buah menhir, serta sebuah batu yang menyerupai stupa. Arca Dwarapala di bagian bawah memiliki ciri fisik khas: tubuh gemuk, mulut menyeringai dengan gigi tajam, rambut gimbal panjang, dan hidung besar. Tangan kanan arca ini memegang pedang polos tanpa ukiran, serta mengenakan kalung, gelang, anting, dan kain penutup tubuh bagian bawah.

Sementara itu, di bagian atas situs terdapat dua umpak, sebuah menhir, dan satu arca Dwarapala yang lebih ramping dibandingkan arca di bagian bawah. Arca ini memegang pedang berukir yang patah dan juga mengenakan kain penutup. Uniknya, arca ini memiliki payudara, dengan mata dan hidung yang melesak ke dalam, serta tangan kanan yang putus. Di sekitar arca ini terdapat kuburan yang dikelilingi pagar bambu dengan ukuran 3 x 8 meter. Lilin dan dupa yang sering ditemukan di lokasi ini menandakan bahwa situs ini masih digunakan sebagai tempat semedi.

Keberadaan umpak di situs ini mengindikasikan bahwa dulunya mungkin terdapat bangunan pendopo. Struktur situs yang memiliki arca Dwarapala di bagian atas dan bawah juga memperlihatkan kemiripan dengan konsep punden berundak, sebagaimana yang ditemukan pada Candi Sukuh dan Candi Cetho.

Upaya Pelestarian dan Pengembangan Wisata Sejarah Situs Condrogeni memiliki nilai sejarah yang penting, sehingga upaya pelestariannya menjadi hal yang krusial. Pemerintah daerah, bersama dengan lembaga terkait, terus melakukan penelitian dan konservasi guna menjaga situs ini dari kerusakan. Pelestarian ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga keaslian situs, tetapi juga agar generasi mendatang dapat memahami dan menghargai warisan budaya yang ada.

Selain sebagai objek penelitian sejarah, Situs Condrogeni juga berpotensi menjadi destinasi wisata edukatif. Dengan pengelolaan yang baik, situs ini dapat menarik lebih banyak wisatawan yang ingin mengenal lebih dalam tentang sejarah Kerajaan Majapahit dan kebudayaan Jawa Timur. Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga situs ini juga diharapkan meningkat seiring dengan upaya pengembangan wisata sejarah di Kabupaten Nganjuk. (*)

Editor : Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow