Sinergi PDI Perjuangan Jember dan Pemerintah Beri Perlindungan Sosial bagi Lansia Sebatang Kara

Kondisi memprihatinkan Ny Suwana ini pertama kali mengusik nurani Aditya Algozalie, Sekretaris PAC PDI Perjuangan Kecamatan Pakusari. Saat berkunjung, Aditya mendapati fakta bahwa lansia tersebut belum memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

08 Jul 2026 - 12:56
Sinergi PDI Perjuangan Jember dan Pemerintah Beri Perlindungan Sosial bagi Lansia Sebatang Kara
Pemerintah Kecamatan Pakusari bersama PDI Perjuangan saat jemput bola pengurusan surat. (Ulum/SJP)

JEMBER, SJP–Nasib pilu menimpa Ny Suwana (72), seorang lansia yang hidup sebatang kara di sebuah rumah kecil berukuran tiga meter persegi berdinding anyaman bambu di Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember. 

Perempuan kelahiran Juli 1954 ini harus menghabiskan hari-harinya dalam kondisi lumpuh total dan mengalami kebutaan pada kedua matanya.

Karena keterbatasan fisiknya, Ny Suwana bahkan tidak mampu beranjak dari pembaringan. Pihak keluarga terpaksa membuatkan saluran pembuangan kecil tepat di bawah ranjang tempat tidurnya agar ia dapat membuang hajat tanpa harus berpindah tempat.

Selama ini, ia bertahan hidup hanya dari belas kasih sepupu dan keponakan yang tinggal di dekat rumahnya. Mereka bergantian mengantarkan makanan dan minuman setiap hari ke rumah sederhana tersebut.

Kondisi memprihatinkan Ny Suwana ini pertama kali mengusik nurani Aditya Algozalie, Sekretaris PAC PDI Perjuangan Kecamatan Pakusari. Saat berkunjung, Aditya mendapati fakta bahwa lansia tersebut belum memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Padahal, selembar kartu identitas tersebut merupakan syarat mutlak agar Ny Suwana bisa mendapatkan haknya sebagai warga negara, seperti bantuan sosial (bansos) dan layanan kesehatan gratis dari pemerintah. Mengetahui hal itu, Aditya langsung bergerak cepat menghubungi pihak Pemerintah Kecamatan Pakusari.

"Miris melihat kehidupan Bu Suwana. Selama ini makan dan minumnya dipenuhi oleh keponakan dan sepupunya. Beliau hidup sebatang kara dalam kondisi lumpuh dan buta," kata Aditya.

Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh Camat Pakusari, Riswandi. Tidak sekadar memerintahkan staf, Riswandi memilih turun langsung ke lokasi dengan membawa tim perekaman e-KTP keliling ke rumah Ny Suwana pada Rabu (7/7/2026).

Turut hadir dalam kunjungan darurat tersebut Bidan Desa Subo bernama Wiwik, beserta jajaran staf kecamatan. Selain melakukan perekaman data kependudukan di tempat tidur, rombongan kecamatan juga menyalurkan sejumlah paket sembako untuk meringankan beban hidup Ny Suwana.

Melihat kondisi kesehatan warganya yang sangat memprihatinkan, Camat Riswandi langsung menginstruksikan Bidan Wiwik untuk melakukan pemeriksaan medis secara berkala setiap bulan. Selain itu, pihak kecamatan berkomitmen penuh untuk menyuplai bantuan bahan pokok secara rutin.

Langkah taktis dan cepat dari pemerintah setempat mendapat apresiasi mendalam dari Aditya. Bagi dirinya, kehadiran para pejabat publik hari itu membuktikan bahwa negara tidak menutup mata terhadap warga miskin yang selama ini nyaris tidak tersentuh pelayanan publik.

"Saya senang Pak Camat dan Bidan Wiwik bergerak cepat menangani persoalan ini. Bahkan Pak Camat juga berjanji akan memberikan bantuan sembako setiap tiga bulan," ujar Aditya.

Langkah pemenuhan hak administrasi kependudukan dan jaminan kesehatan berkala ini diharapkan menjadi awal baru yang lebih layak bagi kehidupan masa tua Ny Suwana. Berkat kepedulian bersama, perhatian yang selama ini dinanti akhirnya datang mengetuk pintu rumah kecilnya. (***) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow