Sepanjang Putaran Pertama: Arema FC Digempur 11 Surat Komdis dan Denda Ratusan Juta

Sanksi terbaru dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI bukanlah kasus tunggal bagi Arema FC. Sepanjang putaran pertama Super League 2025/2026, klub berjuluk Singo Edan itu tercatat telah menerima 11 surat keputusan Komdis dengan total denda yang mencapai ratusan juta rupiah.

20 Jan 2026 - 11:20
Sepanjang Putaran Pertama: Arema FC Digempur 11 Surat Komdis dan Denda Ratusan Juta
Euforia Aremania ketika menyemangati pemain. (Foto: aremafc.com)
MALANG, SJP — Arema FC kembali mendapat sanksi dari Komisi Disiplin PSSI usai insiden keamanan jelang laga kontra Persik Kediri pada 11 Januari 2026. Namun, hukuman ini menjadi bagian dari akumulasi panjang pelanggaran disiplin yang dialami klub sepanjang paruh musim.
Berdasarkan catatan internal klub, hingga akhir putaran pertama Super League 2025/2026, Arema FC telah menerima 11 surat sanksi dari Komdis PSSI.
Rincian Sanksi Arema FC Putaran Pertama:
9 sanksi ditujukan langsung kepada Klub/Tim Arema FC
2 sanksi ditujukan kepada Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan. 
Akumulasi denda dari seluruh sanksi tersebut mencapai ratusan juta rupiah, yang secara langsung membebani keuangan klub.
Sanksi terbaru sendiri berkaitan dengan insiden penyalaan kembang api di area Hotel Miami, Kepanjen, lokasi menginap tim tamu Persik Kediri, sehari sebelum pertandingan. Akibat kejadian tersebut, Arema FC didenda Rp60 juta, sementara Panpel dikenai denda Rp40 juta.
Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC, Erwin Hardiyono, sebelumnya telah menegaskan bahwa regulasi disiplin PSSI tidak hanya mengatur kejadian di dalam stadion, tetapi juga aktivitas yang berkaitan dengan pertandingan di luar arena.
Hal inilah yang membuat berbagai insiden non-pertandingan tetap berujung sanksi, meski tidak terjadi saat laga berlangsung.
Manajemen Arema FC menilai catatan 11 sanksi ini harus menjadi alarm evaluasi paruh musim, baik dari sisi pengamanan, koordinasi panitia, hingga edukasi terhadap suporter.
Klub berharap ke depan jumlah sanksi dapat ditekan, sehingga fokus tim tidak lagi terganggu oleh persoalan non-teknis yang berdampak pada finansial dan citra klub.

Sementara itu, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan penyesalan atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa manajemen menjadikannya sebagai bahan evaluasi menyeluruh.

Namun lebih dari itu, sanksi ini disebut sebagai pengingat keras bahwa tindakan yang dianggap “psywar” oleh sebagian pihak justru dapat berubah menjadi pelanggaran serius dalam regulasi sepak bola. (**)

Editor: Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow