Sempat Viral di Jagad Medsos Disebut Jambret, Polisi Selidiki Pencurian Anting Bocah di Pakis Malang
Kasus pencurian anting yang menimpa bocah perempuan di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, viral di media sosial (medsos) dan kini tengah diselidiki polisi.
MALANG, SJP – Sebuah video yang menyebut seorang bocah perempuan di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang menjadi korban jambret sempat viral di jagad media sosial. Informasi tersebut beredar melalui unggahan akun Instagram InfoMalangID dan menarik perhatian masyarakat.
Menindaklanjuti informasi yang beredar tersebut, petugas dari Polsek Pakis langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan serta mengumpulkan keterangan dari korban dan saksi.
Kapolsek Pakis AKP Suyanto menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan di lokasi kejadian setelah adanya laporan dari masyarakat melalui media sosial.
“Petugas mendatangi TKP, mengumpulkan bahan keterangan dari korban dan saksi-saksi serta melakukan analisa situasi di lokasi kejadian,” ujar Suyanto, Sabtu (14/3/2026) dalam keterangan resmi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di depan Pos Kamling Dusun Plalar RT 004 RW 005, Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Berdasarkan keterangan orang tua korban, Tirto Agus Santoso, saat itu anaknya yang bernama Bunga Wahyu Kamelia (5) sedang bermain bersama tiga temannya di depan pos kamling.
“Terduga pelaku mendatangi korban dan berpura-pura meminjam anting yang dipakai korban. Setelah berhasil melepas anting tersebut, pelaku kemudian meninggalkan lokasi,” jelas Suyanto.
Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan dua anting emas dengan berat sekitar setengah gram.
Petugas juga telah memperoleh ciri-ciri terduga pelaku yang diduga seorang perempuan berusia sekitar 25 hingga 30 tahun dengan tinggi badan kurang lebih 155 sentimeter. Saat kejadian, pelaku mengenakan pakaian berwarna merah muda serta memakai masker.
Selain melakukan penyelidikan, petugas juga memberikan imbauan kamtibmas kepada warga sekitar agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak yang bermain di lingkungan permukiman.
“Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku dalam peristiwa tersebut,” tutupnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

