Sandang Akreditasi Paripurna, UTD PMI Sampang Siap Layani Kebutuhan Permintaan Darah
Karena yang memakai jasa kami tidak hanya masyarakat Sampang, tetapi juga daerah sekitar
SAMPANG, SJP - Pelayanan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Sampang patut dibanggakan. Sebab, dengan kinerja dan administrasi yang lengkap, kini telah menyandang akreditasi Paripurna.
Kepala UTD PMI Sampang, dr Indah Nur Susanti menyampaikan, bahwa fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia harus terstandar semua. Sehingga masyarakat selaku pengguna, itu akan merasa dilayani sesuai dengan standar.
"Maka pemerintah menekankan agar semua fasilitas kesehatan, termasuk UTD PMI harus melakukan standarisasi dengan proses akreditasi," jelasnya, Jumat (7/2/2025).
Menurut dr Indah Nur Susanti, PMI Sampang sudah mencanangkan akreditasi tersebut sejak tahun 2023. Dan di 2024 sudah banyak UTD PMI di Indonesia yang juga melakukan proses akreditasi, termasuk UTD PMI Sampang.
"Cuma sempat ada kendala, seperti penyiapan gedung karena waktu itu kami masih di areal rumah sakit RSMZ. Cuma kami berusaha semaksimal agar gedung UTD PMI Sampang sesuai standar pusat," ucapnya.
Dengan proses yang signifikan, UTD PMI Sampang menyiapkan dokumen resmi terkait izin operasional UTD PMI dan akhirnya mendapat izin Online Single Submission (OSS) dan segala instrumen pemenuhan standar akreditasi.
"Kita memakai panduan dari Kemenkes RI, dan setiap bulan kami pantau apa kebutuhan yang harus dipenuhi. Sebenarnya pelayanan darah di UTD PMI Sampang sudah memenuhi standarisasi sejak lama. Jadi kami hanya menunggu regulasi itu," ungkapnya.
Dan pada 22 Desember 2024, proses akreditasi UTD PMI Sampang berlangsung setelah melihat kosongan waktu dari pihak surveiyer.
"Dan Alhamdulillah sangat mendukung, apa yang kami butuhkan disupport. Tapi berhubung kantor UTD PMI kecil, akhirnya ketua PMI Anwari, mendukung untuk disiapkan di kantor PMI. Itu support yang sangat besar bagi UTD," ucapnya bersyukur.
Dengan menyandang akreditasi Paripurna, UTD PMI Sampang berharap kepada masyarakat bagi yang membutuhkan darah, atau yang mempercayakan diri terhadap proses pengambilan darah, itu semakin kuat.
"Karena yang memakai jasa kami tidak hanya masyarakat Sampang, tetapi juga daerah sekitar, seperti Blega," ingatnya.
Sebab proses pengambilan darah di UTD PMI Sampang sudah sesuai dengan standar. Sehingga masyarakat diminta tidak ragu terhadap pelayanan dan kebutuhan darah pada pasien yang membutuhkan.
Meskipun saat ini UTD PMI Sampang masih belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi pihaknya tetap berupaya dengan melakukan droping dari UTD PMI yang lebih besar, misalnya dari Surabaya.
"Saya berharap kepada masyarakat agar percaya untuk mendonorkan darahnya ke kami, karena jika penyediaan darah banyak, otomatis kebutuhan masyarakat terpenuhi. Artinya dari masyarakat Sampang kembali ke Sampang juga," pungkas Kepala Puskesmas Pangarengan itu. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

